Pemudik Motor Masih Mendominasi Jalan Pantura

oleh -7 views
DOMINAN: Pemudik sepeda motor memadati jalur pantura Indramayu pada H-2 jelang hari raya Idul Adha, Minggu (11/9). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

LOHBENER – Pemudik yang menggunakan sepeda motor masih memadati jalan arteri pesisir pantai utara (pantura) Kabupaten Indramayu, Minggu (11/9). Iring-iringan pemudik bermotor itu teramati sejak masuk dari jembatan Sewo perbasatan Indramayu-Subang menuju perbatasan Indramayu-Cirebon.

Umumnya, mereka menyimpan barang bawaannya di bagian depan dan belakang sepeda motor. Adapula pemudik yang membawa serta anaknya duduk ditengah dan didepan pengemudi.

Pantauan Radar Indramayu, eksodus pasukan ninja dari arah Jakarta itu mulai ramai dari pagi sampai menjelang sore hari. Lantaran jumlahnya tidak terlalu banyak dibanding saat musim mudik lebaran Idul Fitri, para pemudik bermotor masih bisa melintasi kendaraannya dengan kecepatan cukup tinggi. Hanya di beberapa titik saja mereka mengurangi kecepatan kendaraannya, seperti di sepanjang ruas jalan raya pantura Patrol yang masih dalam perbaikan. Di titik itu kecepatan kendaraan sepeda motor pemudik berkurang karena penyempitan jalan.

Arus lalu lintas juga sempat tersendat di ruas jalan raya pantura Kandanghaur tepatnya di kawasan alun-alun Parean akibat adanya pasar tumpah. Puluhan petugas kepolisian dari Satlantas Polres Indramayu dan Polsek Kandanghaur diterjunkan guna mengantisipasi kemacetan serta kecelakaan di lokasi itu. Kepadatan di ruas jalan itu juga dipicu masih banyaknya kendaraan berat khususnya truk lebih dari dua sumbu melintasi jalan raya pantura. Padahal, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sudah melarang pengoperasian angkutan bertonase berat mulai tanggal 9-12 September 2016.

Kebijakan itu dikeluarkan untuk menghindari kemacetan panjang pada libur panjang Idul Adha 2016 yang akan dirayakan Senin (12/9) besok. Kendaraan berat yang tetap diizinkan melintas adalah khusus kendaraan yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM), sembilan kebutuhan pokok (sembako), kendaraan pos, air mineral dan lainnya.

“Saya lihat masih banyak truk gandengan yang lewat,” ucap Udin salah seorang warga. (kho)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *