Dengan Hidroponik, Tanaman Pegunungan Bisa Tumbuh di Cirebon

oleh -271 views

Menggunakan air sebagai media tanam, hidroponik menjadi solusi tepat di tengah sempitnya lahan pertanian saat ini. Tidak perlu membutuhkan lahan luas serta tanah segar, pekarangan rumah yang tidak begitu luas serta kering pun bisa disulap hijau.

Laporan: NOVRILA MAYANG PANGESTI, Cirebon

myg-hidropediaLAHAN pertanian yang saat ini semakin sempit membuat para petani banyak memutar otak. Bagaimana mendapatkan hasil panen terbaik jika lahan maupun sumber air yang digunakan semakin berkurang? Terlebih lagi dengan musim dan cuaca yang tak menentu seperti saat ini.

Tak perlu khawatir lagi, kini pekarangan rumah dapat hijau rindang dengan berbagai sayuran hijau hasil media tanam hidroponik. Hanya perlu menggunakan bahan-bahan seperti rock wool, glass wool, net pot, air, tusuk gigi dan pinset, untuk menanam satu tanaman yang disukai.

“Prosesnya menanamnya memang butuh ketelitian, menanam dengan hidroponik juga dapat melatih kesabaran penanamnya dalam pembibi,” tutur Owner Hidropedia, Ramadan.

Sayuran yang dapat ditanam dengan metode hidroponik ini juga beragam dengan jadwal panen yang berbeda tentunya. Untuk penanam pemula, menanam dengan media air ini dapat membuat suasana rumah menjadi lebih hijau, bahkan dapat hidup di dalam ruangan sekalipun.

“Semua bisa kok, kecuali buah-buahan besar seperti mangga. Selebihnya bisa tumbuh, mulai dari cabai, tomat, sawi, zaitun, bayam, semangka hingga strawberry,” katanya.

Uniknya, dengan hidroponik, banyak keuntungan yang akan didapatkan nantinya. Selain hasil sayuran yang dihasilkan lebih sehat karena terhidar dari penggunaan zat-zat kimia seperti pestisida, sayuran yang ditanam juga tidak mengenal musim dan suhu tempat lokasi penanaman.

Tak heran bila sayuran yang biasa hidup di dataran tinggi sekalipun dapat tumbuh di dataran rendah dengan cuaca terik seperti Cirebon ini. Selain itu, hidroponik pun tidak memerlukan banyak kebutuhan air untuk setiap prosesnya, lain halnya dengan petani konvensional yang memerlukan jumlah air yang berlebih sejak proses awal penanaman.

“Hidroponik adalah sistem pertanian masa depan yang tidak memerlukan air terlalu banyak, cocok untuk lokasi dengan sumber air yang terbatas,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *