Gojek Masuk Cirebon Itu Hoax

oleh -13 views
Ilustrasi. Foto: Dok. JawaPos.com

CIREBON – Akun media sosial mengabarkan bahwa PT Gojek Indonesia melakukan ekspansi ke Kota Cirebon. Namun, informasi ini dipastikan tidak benar.

Dari konfirmasi yang diterima Radar dari manajemen layanan transportasi online tersebut, PT Gojek Indonesia untuk sementara belum memiliki rencana masuk ke Kota Cirebon.

Kendati demikian, Dinas Perhubungan Informatika Komunikasi (Dishubinkom) justru sudah bersiap melakukan kajian aturan dan kebutuhan masyarakat.

“Bagi kita yang penting kaidah aturan tidak dilanggar. Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan pelayanan angkutan umum kepada masyarakat,” ujar Sekretaris Dishubinkom, Ujianto Wahyu Utomo ATD, kepada Radar, Jumat (7/10).

Tak hanya aturan, Ujianto menambahkan, dishubinkom juga mempertimbangkan kebutuhan transportasi online untuk masyarakat. Kemudian keberadaan layanan transportasi yang saat ini sudah beroperasi.

Bahkan, dalam rapat koordinasi nasional di Jakarta, Rabu-Kamis (5-6/10), Ujianto juga sudah mendapatkan informasi terkait aturan Gojek. Dalam rapat koordinasi itu juga dibahas, apakah transportasi online masuk dalam kategori angkutan umum atau bukan.

Tapi, Ujianto menyambut baik bila Gojek masuk Cirebon. Apalagi, bila hasil kajian dan secara regulasi memungkinkan. Keberadaan transportasi online ini bisa menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat.
Sedangkan untuk layanan transportasi yang sudah ada, kehadiran transportasi online bisa dijadikan sebagai motivasi meningkatkan kualitas layanan.

“Dishubinkom belum bersikap resmi. Kami masih melakukan kajian. Saya baru pulang rapat koordinasi nasional semalam. Ini masih saya baca aturannya,” tuturnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubinkom Kota Cirebon Syaroni ATD MT berpendapat, dari sisi UU 22/2009 keberadaan ojek sepeda motor sebenarnya tidak diperbolehkan. Dari UU tersebut, sepeda motor tidak masuk kategori angkutan umum.

Hanya saja, dalam keseharian kebutuhan transportasi sepeda motor menjadi opsi tersendiri bagi masyarakat. Adanya perbedaan aturan dan fakta di lapangan inilah yang memerlukan kajian mendalam.

Apalagi, di kota-kota besar, sarana transportasi online menjamur karena ada kebutuhan masyarakat. “Aturan masih banyak yang harus dibahas dan telaah mendalam. Dishubinkom masih mengkaji itu,” ucapnya.

Soal peluang Gojek di Kota Cirebon, Syaroni pesimis bisa berkembang. Pasalnya, keberadaan ojek konvensional terhitung jarang. Kemudian, banyak angkutan umum yang bisa jadi opsi.

“Berkaca pada Kota Bandung saja, model pelayanan angkutan seperti ini belum berkembang seperti Jakarta,” tuturnya. (ysf/yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *