Timnas Indonesia, Rahasiakan Hasil Tes VO2Max

oleh -4 views
TINGKATKAN FISIK: Hari kedua pemusatan latihan di Maguwoharjo Internasional Stadium (MIS), Sleman, Jumat (21/10), skuad Tim Nasional Indonesia langsung menggeber latihan fisik. SETIAKY/RADAR JOGJA

SLEMAN – Hari kedua pemusatan latihan di Maguwoharjo Internasional Stadium (MIS), Sleman, Jumat (21/10), skuad Tim Nasional Indonesia langsung menggeber latihan fisik. Tim pelatih melakukan tes VO2max untuk mengetahui daya tahan pemain di lapangan. Sebanyak 24 pemain ikut dalam tes tersebut.

Termasuk enam pemain yang sebelumnya belum sempat mengikuti latihan pada Kamis (20/10) sore kemarin. Seperti di antaranya Zulham Malik Zamrun pemain (Persib Bandung), Abdul Rachman (Persiba Balikpapan), Rizky Ahmad Sanjaya Pellu (PSM Makassar), Ferdinand Alfred Sinaga (PSM Makassar), Dian Agus Prasetyo (Pusamania Borneo FC), dan Lerby Eliandry Pong Babu (Pusamania Borneo FC).

Tim pelatih memang tidak membeberkan hasil uji VO2max tersebut. Sebab, hal tersebut menjadi bahan evaluasi internal tim pelatih. Namun, ada beberapa pemain yang terlihat menonjol saat melahap putaran demi putaran tes fisik. Di antaranya Yanto Basna, Manahati Lestusen dan Muhammad Hargianto.

Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl mengatakan, hasil tes fisik tersebut menunjukkan beberapa pemain memiliki kondisi fisik yang bagus. Namun ada juga yang masih bisa ditingkatkan lagi. “Ada yang masih bisa dipaksa dan hasilnya bisa lebih bagus,” katanya kepada wartawan usai memimpin latihan.

Mengenai pemain yang belum mengikuti tes fisik seperti Irfan Bachdim, Andik Vermansyah dan Dedi Kusnandar, menurutnya, tidak menutup kemungkinan akan menjalani tes fisik susulan. Termasuk tes fisik lanjutan untuk mengetahui peningkatan selama pemusatan latihan. “Kalau Irfan kami lihat dia disiplin dan fisiknya bagus. Dedi juga seperti itu. Mungkin dua minggu lagi akan ada tes lagi untuk melihat ada peningkatan atau tidak,” imbuhnya.

Kemudian pada latihan Jumat sore, pelatih membagi pemain menjadi tiga kelompok. Dua kelompok yang berisi lima dan delapan pemain kembali menjalani tes fisik dengan lari beberapa putaran lapangan. Sementara satu kelompok lainnya menjalani latihan peregangan di tengah lapangan.

Riedl mengakui jika pembagian kelompok tersebut merespons hasil tes pada pagi hari. Setelah dianalisis, kemudian diadaptasikan menjadi pembagian grup dengan menu latihan berbeda. “Secara umum mereka bisa lebih baik dan bagus lagi. Semua bisa maju, mentalitas taktikal semua bisa maju,” ungkapnya.

Tim pelatih mengaku optimis dapat menaikkan kondisi pemain sebab masih ada 16 hari waktu latihan. Termasuk sambil mengamati lawan dan kualitas tim di AFF mendatang.

Ditanyakan mengenai banyaknya pemain lini tengah yang dipanggil dalam TC kali ini, pria asal Austria itu mengatakan, di antara beberapa posisi lainnya dalam skuad, lini tengah menjadi pos yang menurutnya belum terlalu aman. Karena itu sebelum memilih pemain di posisi tersebut, Riedl akan banyak mempertimbangkan para pemain gelandangnya. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *