Real Madrid vs Valencia, Saatnya Pembalasan

oleh -4 views
Ilustrasi.

MADRID – Real Madrid B sudah berjasa dengan memberikan waktu istirahat cukup bagi Real Madrid A tengah pekan ini. Kini saatnya tim utama Los Merengues, julukan Real, itu kembali bertarung.

Real yang berada di posisi runner-up setelah Barcelona mengincar poin penuh atas tamunya Valencia. Malam ini (29/4) di Santiago Bernabeu, Real juga membidik balas dendam buat kekalahan memalukan oleh Los Che, julukan Valencia, Februari lalu (siaran langsung beIN Sport 2 pukul 21.15 WIB).

Pada pertemuan 23 Februari silam di Stadion Mestalla, Valencia memberikan pukulan kepada Real dengan kemenangan 2-1. Dan itu jadi kekalahan kedua Real di ajang La Liga.

Entrenador Real, Zinedine Zidane kepada Marca kemarin (28/4) mengisyaratkan akan adanya rotasi. Toh, Real A maupun Real B sama-sama memberi bukti kalau kedua tim sukar dibendung lawan-lawannya.

“Saya pernah menjadi pemain dan selalu bermain atau hampir selalu. Tidak terlibat dalam setiap laga merupakan situasi yang rumit, namun saya berusaha berbicara kepada para pemain saya,” tutur Zidane.

Bagi bapak empat anak itu mengatur rotasi skuatnya pada penghujung musim ini sangatlah penting. Sebab Real tak menaruh semua telurnya dalam satu keranjang.

Masih ada semifinal Liga Champions yang harus diberi fokus. Rabu (3/5) mendatang Real akan menjalani first leg lawan tetangganya, Atletico Madrid.

Menghadapi Valencia ini, Zidane masih terus memantau kesiapan semua pemain yang dipunyainya. Hanya Gareth Bale, Pepe, dan Fabio Coentrao yang absen karena cedera.

Sedangkan di luar tiga nama tersebut bisa diturunkan. Kapten Real Sergio Ramos yang absen versus Deportivo La Coruna Kamis (27/4) lalu pun bisa tampil.

“Ada banyak parameter penilaian bagi pemain yang bisa dipertimbangkan untuk setiap laga. Bagaimana (karakter) pemain itu juga bagaimana cara lawan bermain,” ucap Zidane kepada Marca.

Pria berusia 44 tahun itu juga menghadapi situasi yang rumit mengenai Isco. Eks pemain Malaga itu sangat cemerlang, terutama dalam lima laga terakhir. Bahkan dua pertandingan beruntun Real di La Liga, Isco membikin tiga gol dan satu assist.

“Isco dalam kondisi siap bermain dan saya sangat percaya akan kemampuannya. Sejak awal saya tahu saya memiliki tim yang luar biasa,” ujar mantan pelatih Real Madrid Castilla itu.

Zidane wajib berhati-hati kepada Valencia. Dalam rekam jejak pertemuan keduanya, baik di Mestalla atau Santiago Bernabeu, hasil pertandingan selalu alot. Di antara lima pertandingan terakhir Real menang sekali, seri dua kali, dan kalah dua kali.

Uniknya, selalu ada angka dua dalam skor di tujuh pertemuan terakhir. Entah Valencia menang 2-1, keduanya imbang 2-2, atau Real menang 3-2.

Juga Valencia harus diwaspadai karena kemampuan melakukan pukulan KO beruntun. Saat pertemuan keduanya yang pertama musim ini, Real dijebol dua gol oleh Simone Zaza dan Fabian Orellana dalam jangka waktu lima menit.

Mengomentari soal kansnya bermain, Isco kepada Marca kemarin mengatakan semua anggota tim bekerja keras agar bisa tampil di semua pertandingan Real. Sehingga yang terbaiklah yang berada di lapangan.

“Semua anggota tim ini pernah turun menjadi starting XI. Cuma yang terpenting jika mereka yang biasanya diistirahatkan, saat dipercaya bermain mereka menunjukkan performa yang bagus,” ujar pemain 24 tahun itu.

Sementara itu, pemain pinjaman Barca di Valencia Munir El-Haddadi kepada Mundo Deportivo mengatakan ingin membantu Barca mempecundangi Real musim  ini. Tentu bentuk bantuan Munir adalah dengan membuat gol ke gawang Real malam ini.

“Kita akan lihat apakah saya bisa mencetak gol di Bernabeu. Saya menginginkan Barca menang La Liga lagi tahun ini,” ucap Munir. Musim ini Munir sudah membikin tujuh gol dan tiga assist dalam 32 penampilan bersama Valencia musim ini.

Sedangkan pelatih Valencia, Voro kepada AS kemarin mengatakan timnya mengharapkan kebangkitan. Dalam tiga laga terakhir, Valencia tak pernah meraih kemenangan.

Soal tim Real A atau B yang lebih dipilih Voro untuk dihadapi, pria bernama asli Salvador Gonzalez itu dengan bercanda menjawab kalau kedua Real itu sama-sama dihindarinya.

“Saya memilih Real C, cabangnya cabang. Real selalu berada di level permainan yang spektakuler dari tim manapun yang dimainkan,” canda pria berusia 53 tahun tersebut. (dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *