Puluhan Accu PJU Tenaga Surya Hilang, Jalanan Jadi Gelap

oleh -55 views
PADAM: Accu di salah satu PJU di jalan Jatiwangi-Ligung tepatnya di Ligung Lor tampak kosong, diduga digondol maling. FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Puluhan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan Lanud S Sukani hingga kecamatan Ligung tidak berfungsi. Parahnya, kerusakan ingga jalan menuju Desa Ampel, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

Camat Ligung Yoyo menyikapi serius tidak berfungsinya puluhan PJU tersebut. Saat dilakukan pengecekan, ternyata accu beberapa PJU yang tidak berfungsi raib.

“Ini semua diduga akibat ulah tangan jahil. Pantas saja PJU kalau malam padam karena accu-nya tidak ada,” papar camat.

Yoyo mengimbau masyarakat agar sama-sama menjaga serta peduli terhadap sarana umum. Dia juga berpesan jika mengetahui ada orang yang menaiki PJU, segera lapor petugas kepolisian agar secepatnya diamankan. Karena orang tersebut diduga mencuri accu PJU.

“Tidak mungkin kalau Dishub tengah malam melakukan perbaikan PJU. Jadi sebaiknya kalau ada orang yang memanjat PJU segera melapor. Pencurian tersebut diduga karena harga satuan accu PJU tenaga surya tersebut cukup mahal, bisa mencapai jutaan,” ujarnya.

Salah satu warga menyesalkan raibnya sejumblah accu yang mengakibatkan PJU tidak berfungsi. Padahal setiap malam banyak pekerja pabrik yang hilir mudik.

Mereka jadi khawatir keselamatan karena kondisi jalan gelap. Pemerintah diminta segera memperbaiki PJU bertenaga surya yang padam. Kalaupun hilang dicuri orang, maka seharusnya pemerintah secepatnya mengganti dengan accu yang baru.

“Saya berharap pihak keamanan dalam hal ini kepolisian rutin melakukan patroli. Jadi kejadian serupa tidak terjadi. Pemdes juga harus memungsikan siskamling untuk menjaga keamanan, karena keamanan bukan hanya tanggung petugas kepolisian melainkan semua pihak,” ulasnya.

Pemasangan PJU bertenaga surya sendiri sudah dilakukan sejak tahun lalu. Ada tiga titik jalan di wilayah utara diantaranya Jatiwangi-Ligung, Sumberjaya-Ligung dan Bantarwaru-Ampel. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *