Istri Bos Sate: Tak Ada Omongan, Langsung Nembak Membabi Buta

oleh -28 views
TKP PENEMBAKAN: Kepolisian memasang police line di lokasi penembakan yang menimpa Ahmad Nawa di sebelah timur persimpangan Cigugur-Palutungan, Kuningan. Foto: Agus Panther/Radar Kuningan

PENEMBAKAN yang menimpa suaminya, Ahmad Nawa, membuat sang istri, Mulyati syok berat. Dia tak menyangka jika bakal mengalami kejadian mengerikan yang berlangsung di depan matanya.

Perempuan berkulit putih itu tampak duduk lunglai di lantai ruang UGD RSUD 45 Kuningan. Tangannya memegang botol air mineral.

Beberapa petugas kepolisian dari Polres Kuningan terlihat tengah menenangkannya. Sesekali dia berbicara dengan bahasa Madura kepada saudaranya yang datang.

(Baca: Pria Misterius Tembak Bos Sate di Kuningan)

Kepada Radar, Mulyati menceritakan kronologi kejadian penembakan yang menimpa suaminya. Menurut dia, sekitar pukul 19.15 WIB atau selepas Isya, dirinya bersama sang anak yang masih berusia 5 tahun dan suaminya, Ahmad Nawa duduk di bangku panjang di warung makan miliknya.

“Kebetulan di warung saya saat kejadian agak sepi. Saya, anak dan suami duduk di bangku panjang yang berada di depan warung. Sedangkan pembantu saya ada di dalam warung sedang melayani pembeli,” terang dia.

Mendadak datang dua orang yang memakai masker dan mendekati suaminya. Salah seorang pelaku lalu mengeluarkan pistol dan mengarahkan ke suaminya yang sedang duduk.

“Seorang pelaku kemudian mengeluarkan pistol dan menembak ke arah suami saya. Suami saya kaget dan berusaha menyelamatkan saya dan anak dengan mendorong saya agar menjauh dari lokasi. Ada peluru yang mengenai paha suami saya. Dia kemudian lari ke arah sungai yang berada di pinggir warung dan loncat,” terang Mulyati.

Pelaku memburu suami saya dan terus menembak. Terdengar hingga enam kali tembakan yang dilakukan pelaku.

(Baca: Pelaku Penembakan Bos Sate di Kuningan 4 Orang)

“Saya juga sempat ditodong oleh pelaku. Untungnya, saat pelatuknya ditarik, pistol itu tidak bunyi, mungkin pelurunya habis. Pelaku kemudian melarikan diri ke arah Kota Kuningan. Kalau saja pistol itu masih ada pelurunya, saya pasti sudah terkena tembakan. Saya sampai sekarang masih syok. Kejadiannya tepat di depan mata. Anak saya yang berusia lima tahun yang pertama kali berusaha saya selamatkan agar tidak terkena tembakan,” imbuhnya.

Mulyati sendiri tidak mengenal para pelaku yang melakukan penembakan terhadap suaminya. Pasalnya, para pelaku mengenakan masker saat beraksi. Sehingga tidak jelas wajahnya.

“Sama sekali tidak ada omongan. Pelaku datang, mengeluarkan pistol dan menembak suami saya yang sedang duduk dengan membabi buta. Usai beraksi, pelaku langsung kabur bersama temannya. Warga dan tetangga berdatangan dan menolong suami saya dan membawanya ke RS Sekar Kamulyan,” ucapnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *