Pemotor Nekat Melintasi Jembatan Melengkung Belanda-Swiss

oleh -7 views
Pengendara sepeda motor tetap nekat melintasi jembatan melengkung padahal sudah ada larangan. Foto: Cecep/radarcirebon.com

CIREBON – Sejumlah pengendara roda dua masih nekat melalui jembatan melengkung di Kelurahan Sumber tepatnya di belakang Pasar Sumber. Padahal, secara jelas sudah ada larangan pengendara roda dua untuk tidak melewati jembatan yang menghubungkan Kelurahan Kemantren dan Kelurahan Sumber itu.

Jembatan melengkung yang berada di Kelurahan Sumber ini sangatlah berbeda dengan jembatan yang lainnya. Selain pembuatannya yang melengkung juga pondasinya pun merupakan pipa baja PDAM.

Sarini (76), sesepuh yang berada di Blok Wage Kelurahan Sumber mengungkapkan, jembatan dibangun pada tahun 1979 sampai dengan tahun 1980 dengan menggunakan besi dari Jakarta dan baja dari Cilegon yang dibuat oleh pasangan arsitek dari luar negeri.

“Bangunan jembatan sepanjang 49 meter dengan lebar 1 meter lebih ini dibuat oleh orang luar negeri dan dikenal sebagai bangunan Belanda-Swiss karena yang membuatnya adalah pasangan suami istri dari Belanda dan Swiss,” kata Sarini. Hingga saat ini, lanjutnya, bangunan jembatan masih awet tetapi kayunya sudah diganti tiga kali karena mengalami kerusakan.

Sarini berharap, pengendara sepeda motor mematuhi larangan yang sudah ditulis untuk tidak melewati jembatan. “Mengingat kerangka jembatan sudah tua sehingga jika dilalui kendaraan roda dua tidak mampu menahan bebannya,” kata Sarini. (cecep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *