Warga Majalengka Mulai Minati Transportasi Online

oleh -14 views
ILUSTRASI

MAJALENGKA–Maraknya aplikasi transportasi online seperti Uber, GoJek, dan Grab juga tengah dirasakan sejumlah masyarakat Majalengka yang memilih menjadi sopir transportasi online. Sanudi misalnya, yang sejak beberapa bulan terakhir menjadi driver Grab.

Baginya, aplikasi transportasi online tersebut sangat menguntungkan terutama bagi para pemilik kendaraan yang biasanya hanya merentalkan armadanya. Dirinya menjadi driver Grab untuk menambah penghasilan.

“Memang di Majalengka masih banyak yang menggunakan angkutan transportasi konvensional. Sementara pengguna jasa layanan Grab banyak di wilayah Kabupaten Cirebon dan kota Cirebon,” tutur mantan Kaur Kesra Panjalin Lor Kecamatan Sumberjaya ini.

Sanudi yang ditemui tengah menunggu calon penumpang di Kecamatan Sumberjaya ini mengaku, untuk mendapatkan penumpang kuncinya aplikasi di handphone selalu terkoneksi dan standby. Ketika calon penumpang memesan melalui aplikasi online tersebut, dirinya dengan cepat menanggapi.

Jika tidak cekatan, bukan tidak mungkin calon penumpang bakal diambil oleh driver lain yang juga tergabung dalam Grab. Warga di wilayah Majalengka dinilai masih jarang menggunakan transportasi online tersebut. Namun dirinya meyakini dengan perkembangan zaman dan teknoligi, dua sampai tiga tahun kedepan sudah banyak warga yang menggunakannya.

“Kadang saya hanya dapat penumpang dari warga yang tinggal di Perumnas wilayah Ciwaringin, Arjawinangun, dan Palimanan Kabupaten Cirebon. Kalau di Majalengka sampai saat ini belum ada yang menggunakan,” imbuh Sanudi.

Selain aman, transportasi ini dianggap lebih murah dan bahkan penumpang bisa dijemput dan diantar sampai tempat tujuan. Sehingga besar kemungkinan dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan warga Majalengka bakal ramai menggunakan transportasi online.

Pengemudi Grab lainnya, Otong menambahkan tidak hanya sisi positif. Sisi negatifnya juga bisa dialami para sopir transportasi online. Jika penumpang diberi kenyamanan dan kemudahan karena semua transaksi tercatat dari aplikasi tersebut. Berbeda bagi para sopir yang khawatir si calon penumpang adalah orang jahat.

“Memang semuanya akan terlacak dari sistem. Namun bisa saja si penumpang menggunakan identitas palsu yang terdaftar di sistem online tersebut. Namun kami meyakini suatu saat sistem ini bakal digandrungi warga karena terkait kemajuan teknologi,” tandasnya. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *