Harga Beras Melambung, DPR Desak Pemerintah Intervensi Harga

oleh -2 views
Ilustrasi beras. (dok radarcirebon.com)

JAKARTA – Melonjaknya harga beras kelas premium hingga Rp 12 ribu/kg, membuat sebagian masyarakat harus mengencangkan ikat pinggangnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana, mendesak agar pemerintah segera melakukan intervensi harga. Sebab, ini penting untuk menyeimbangkan harga beras di pasaran. Sementara Bulog sendiri, dengan keterbatasan kuantitasnya, tak mampu melawan gejolak harga yang terjadi. Dengan kondisi ini, rakyat tentu yang paling dirugikan. Pedagang dan pengusaha yang mendulang untung besar.

“Pemerintah harus intervensi, agar harga tidak melambung luar biasa,” tegas Azam Azman, Selasa (09/1).

Menurut Azam, menghadapi situasi ini, Bulog tak mampu membeli beras petani, karena ada batasan harga yang ditetapkan pemerintah. Dengan begitu, swastalah yang mampu membeli dan menjualnya dengan harga tinggi. Ini memang jadi dilema Bulog. .

“Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan baru terkait penugasan kepada Bulog. Kami cenderung pemerintah pasti akan memasukkan beras impor. Tapi, jangan sampai merugikan petani. Beras impor juga harus berkualitas premium. Kalau tidak, itu tidak berdampak positif terhadap kebutuhan beras dalam negeri. Harus ada keseimbangan harga dan dihitung secara cermat, sehingga beras impor tidak melimpah dan menurunkan harga petani,” tuturnya

Terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, kenaikan harga beras itu diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi di Januari. Hal tersebut dianggap dapat menggagalkan masa panen dan mengganggu produksi.

“Sebenarnya (kenaikan) lebih banyak karena musim hujan, sehingga panen yang terjadi di bulan Januari ini tidak bagus hasilnya, karena hujannya banyak,” ujarnya.

Darmin membantah, bila pemerintah lamban dalam mengantisipasi kenaikan tersebut. Justru, pemerintah bersama lembaga terkait terus melakukan pengawasan di sejumlah pasar.

“Kalau operasi pasar pelan-pelan sudah lama. Untuk kenaikan ini, sudah dilakukan sejak tiga bulan terakhir,” tutupnya. (bis)