Ular Besar Masuk ke Rumah, Warga Desa Mundu Pesisir Kocar-Kacir

oleh -435 views
Ular Sanca Kembang yang ditangkap warga di Blok Karangketapang, Desa Mundu Pesisir, Minggu malam (28/1). FOTO: ISTIMEWA

CIREBON-Minggu malam (28/1) warga Blok Karangketapang, Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, geger. Puluhan orang berhamburan keluar rumah setelah salah seorang warga melihat seekor ular besar merambat di atas pagar rumah.

Ular dengan panjang sekitar 4 meter tersebut tengah mencoba naik ke pagar rumah milik H Caswad. Warga pun kemudian beramai-ramai mengepung ular agar tidak kabur. Proses penangkapan tak berjalan mudah. Butuh kesabaran dan keberanian.

Apalagi ular itu masih sangat aktif. “Ya sempat lama juga kami nangkapnya. Karena begitu ketemu dan dikepung, ularnya masih aktif dan masih liar. Beberapa orang yang ikut mengepung bahkan nyaris digigit,” ujar Karnos, salah seorang warga yang ikut dalam proses penangkapan ular yang belakangan diketahui merupakan jenis Sanca Kembang tersebut.

Saat proses penangkapan, dijelaskan Karnos, warga memang tidak ada niatan untuk menyakiti ular ataupun membunuhnya. Sehingga warga begitu berhati-hati dan mencoba seminimal mungkin melakukan kontak dengan ular.

“Setelah kita pastikan ular ini tidak bisa lari, dengan perlahan-lahan warga memegang kepalanya dan kita tangkap. Setelah itu kita ukur. Ketahuan kalau ukurannya kurang lebih sekitar 4 meter. Lumayan berat juga. Tapi sepertinya dalam kondisi lapar karena bagian perutnya kecil,” imbuhnya.

Ular tersebut sebelum diamankan diperkirakan sedang mencari mangsa. Selama ini ular tersebut diduga bersembunyi di gorong-gorong dan saluran yang ada di sekitar lokasi penemuan.

“Saat ini kan gorong-gorong airnya banyak, kadang luber. Mungkin ular ini tidak nyaman, atau juga ularnya sedang nyari makan karena di rumah tempat ular ini ditemukan ada tempat penangkaran burung,” bebernya.

Sementara itu H Caswad saat ditemui Radar mengatakan tidak akan menjual atau membunuh hewan tersebut. Ia akan memelihara ular tersebut dan akan mengurusnya dengan baik. “Saya tidak akan jual. Ular ini datang sendiri ke rumah, mungkin karen ingin dirawat oleh saya. Jadi biar saya rawat saja dulu. Kalau pun ada yang nawar tidak akan saya jual,” katanya.

Ditambahkan, sebelum penemuan ular tersebut sejumlah ternak milik warga seperti ayam dan burung merpati hilang misterius. Warga awalnya tidak pernah menduga akan menemukan ular besar tersebut.

“Bulan kemarin ayam saya hilang dua, ada juga tetangga yang ayamnya hilang. Ada burung merpati juga. Kayaknya ular ini yang makan. Khawatir saya sih masih ada ular-ular lain. Mudah-mudahan dari desa dan dinas terkait segera memeriksa gorong-gorong yang ada,” ungkapnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *