Dikejar Polisi, Sopir Bus Pemerkosa Siswi SMP Tertangkap di Rumah Sakit Usai Tabrakan

oleh -9 views
ILUSTRASI PERKOSAAN

DELISERDANG-Puas melampiaskan nafsu bejadnya, Putra Siahaan (26), warga Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumatera Utara ini berakhir tragis. Dilaporkan, sopir bus BBC bernomor polisi BM 7469 DU tersebut telah memperkosa siswi SMP berinisial WD (15), di kediaman abang kandung korban, Labuhan Batu Utara (Labura) pada Sabtu (24/2) sekira pukul 03.00 Wib.

Setelah puas memerkosa WD, Putra kemudian memukul gadis malang itu hingga pingsan lalu melarikan diri meninggalkan rumah tersebut dengan membawa bus BBC bernomor polisi BM 7469 DU yang biasa dikendarainya mencari nafkah. Paginya, korban yang baru tersadar langsung melaporkan kejadian yang baru saja ia alami ke keluarganya.

Tak terima, keluarga korban langsung melaporkan Putra ke Polsek Aek Kanopan. Polisi pun langsung segera bergerak cepat dengan menghubungi Polsek Parapat. Diduga, Putra melarikan diri ke arah Parapat. Sekira pukul 09.00 WIB, Kanit Lantas Polsek Parapat Iptu J Silalahi SH menerima informasi adanya kasus pemerkosaan yang dilakukan Putra dan langsung memerintahkan jajarannya untuk melakukan penghadangan di depan Mako Polsek.

Benar saja, satu jam kemudian atau sekitar pukul 10.00 WIB pelaku melintasi wilayah Polsek Parapat. Para personel polisi langsung bersiap menghadang. Namun, Putra yang mengetahui dirinya sudah menjadi buronan, berhasil menerobos penghadangan tersebut. Ia sukses kabur setelah memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Polisi pun tidak tinggal diam. Beberapa personel kemudian melakukan pengejaran.

Sementara Putra yang diduga panik, saat tiba di Desa Aek Natolu Jaya Kecamatan Lumbanjulu Kabupaten Tobasa, bertabrakan dengan mobil Toyota Avanza warna abu-abu metalik bernomor polisi BB 1755 DB. Akhirnya, Putra dapat diringkus dan dibawa ke RSUD Parapat. Sementara pengemudi Avanza, Holmes Manurung (31) dan penumpangnya Lamtiar Simamora (62), warga Humbang Hasundutan mengalami luka-luka.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya hingga ini masih menangani kasus tersebut. (ysp/pojoksatu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *