Iiih…Ada Mayat di Bawah Flyover Tol Cipali?

oleh -34 views
Petugas kesehatan dan Polsek Ligung memeriksa jenazah yang ditemukan di bawah flyover tol Cipali, Desa Tegalaren, Kecamatan Ligung, Senin (26/2). FOTO:ANWAR BAEHAQI/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA-Warga blok Serang Desa Tegalaren, Kecamatan Ligung digegerkan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas, di bawah flyover Tol Cipali Senin (26/2) sekitar pukul 16.00. Hasil pemeriksaan sementara, mayat tanpa identitas tersebut diperkirakan berusia 70 tahun dan pertama kali ditemukan oleh Saidin (49) warga Desa Tegalaren.

Saidin menceritakan penemuan mayat tersebut ketika dia sedang mencari rumput untuk pakan ternak. Namun ketika hendak pulang, Saidin terkejut melihat orang tertidur di samping gubuk sawah. Karena penasaran Saidin langsung mendekatinya, namun setelah dilihat dari jarak dekat orang yang sebelumnya terlihat tertidur itu ternyata sudah meninggal dan langsung dilaporkan ke pemdes Tegalaren.

“Saya kaget melihat ada orang tergeletak di sawah samping gubuk. Setelah didekati ternyata sudah menjadi mayat. Saya pernah melihat orang tersebut diduga gila, karena dua hari yang lalu saya melihat dia nongkrong di atas flyover,” ujarnya.

Kapolres Majalengka AKBP Noviana Tursanurohmad melalui Kapolsek Ligung AKP Toto Sumarto menjelaskan, mayat tersebut diduga orang gila berdasarkan keterangan saksi dan warga blok Serang.

“Dua hari yang lalu menurut warga di sini korban masih duduk-duduk di atas jembatan flyover. Korban pada waktu itu suka bicara sendirian, dan fisiknya kotor dengan baju compang-camping. Selanjutnya kami minta keikhlasan warga di sini untuk menguburnya,” terang kapolsek.

Sedangkan dr Agung Daryanto, tim medis dari Puskemas Ligung menjelaskan mayat ini diperkirakan meninggal sekitar enam jam sebelum ditemukan. Di tubuhnya tidak ditemukan bekas benturan benda tumpul atau benda tajam, sehingga penyebab kematiannya bisa berbagai macam.

“Bisa jadi meninggalnya karena terpeleset atau serangan jantung, yang jelas meninggalnya belum lama. Kaos berwarna merah yang dipakainya di bagian dadanya masih kering. Mayat juga belum kaku serta tidak mengeluarkan bau,” terang dr Agung.

Sedangkan Kepala Desa Tegalaren, Endan Wibawa kaget atas laporan warga tentang penemuan mayat. Berhubung tidak ada yang mengenalinya dan diduga mayat tersebut orang gila, maka berdasarkan kesepakatan Muspika Ligung mayat tersebut dikubur di TPU blok Serang.

“Kewajiban orang yang hidup untuk mengurus jenazah, warga disini bersedia gotong royong mengubur layaknya jenazah pada umumnya. Namun bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya dengan cirri-ciri umur sekitar 70 tahun, kurus, dan memakai kaos merah silakan datang ke sini karena foto-fotonya ada dan diabadikan,” pungkas kades. (bae)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *