Rumah Hancur Terkena Longsor, Karyati Gantungkan Nasib ke Pemerintah

oleh -20 views
Di tempat pengungsian, Karyati sering menangis sendiri ketika mengingat rumahnya di Desa Pinara terkena longsoran tebing dan sekarang tidak mempunyai apa-apa lagi. FOTO:AGUS PANTHER/RADAR KUNINGAN

Kendati kejadian bencana alam yang menerjang Desa Pinara, Kecamatan Ciniru sudah berlalu lebih dari dua pekan, namun rupanya masih membekas di benak Karyati (60), warga setempat. Sama seperti warga Pinara lainnya, perempuan bertubuh kurus itu bertahan di lokasi pengungsian, Gedung PGRI Kecamatan Ciniru.

Agus Panther, Ciniru

TATAPAN mata Karyati nampak kosong. Wanita itu hanya duduk dan membisu. Sesekali dia menghela napas, seolah tak sanggup menahan beban berat yang menghinggapinya. Seperti tak mempedulikan keadaan sekelilingnya, Karyati memilih menyandarkan tubuh ringkihnya di tumpukan karung baju miliknya yang berada di belakang badannya. Padahal ke lokasi pengungsian, banyak petinggi daerah yang datang. Termasuk kunjungan Plt Bupati Dede Sembada bersama pejabat pemkab lainnya. Tapi semua itu tak membuat Karyati tertarik untuk berbincang, atau sekadar menyampaikan kondisi nasibnya.

Sejumput kemudian, Karyati memilih menyelonjorkan kedua kakinya. Sesekali dia menyeruput air putih dalam kemasan pemberian dari petugas posko. Tak ada kesan gembira meski tempat pengungsiannya ramai kedatangan orang-orang yang memberikan bantuan. “Sekarang saya bingung pak. Untuk urusan makanan dan baju, saya dan keluarga tidak pusing karena sudah disediakan oleh petugas penanganan bencana. Tapi yang menjadi pikiran adalah bagaimana nasib saya dan keluarga ke depannya. Sedangkan saya sudah tidak memiliki tempat tinggal lagi di Pinara,” ujarnya dengan suara parau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *