Liga Champions, Waspadai si Pembeli Trofi

oleh -14 views
Liga Champions
Liga Champions

Kuda hitam terkuat adalah tim pemuncak Premier League musim ini Manchester City. Meski secara histori City bukan salah satu kiblat kekuatan sepakbola Eropa akan tetapi sejak diinjeksi dana oleh Abu Dhabi United Group pada 2008, City terus memperbaiki prestasi.

Keberadaan sosok pelatih pemikir seperti Pep Guardiola membuat City kian disegani musim ini. Setelah tanpa gelar pada musim perdananya (2016-2017), Guardiola menunjukkan kapasitas intelektualnya musim ini.

Di antara delapan tim yang lolos, City menjadi satu-satunya tim yang sudah mengantongi trofi. Walau dicibir ‘cuma’ sekelas trofi Piala EFL yang sudah didapatkan Guardiola, akan tetapi trofi tetaplah trofi.

Dalam bursa taruhan favorit juara Liga Champions musim ini, City dan Guardiola menempati posisi teratas dengan friksi 5/2 atau 3,5. Disusul Barcelona dengan 7/2 (4,5) dan Real Madrid 7/2 (4,5).

ESPN kemarin (15/2) menulis, Guardiola telah mereparasi lini belakang yang menjadi problem utamanya musim lalu. Pembelian bek yang bahkan banderolnya melebihi harga striker bisa dikategorikan sebagai ‘kegilaan’ pelatih kelahiran Santpedor, Catalan itu.

Ya, kalau cuma satu bek yang dibeli City dengan harga mahal rasanya wajar. Namun Guardiola langsung membeli empat bek yang keseluruhan transfernya mencapai GBP 177,8 juta (Rp3,4 triliun).

Kemudian, Guardiola menambahkan lagi nama di bawah mistar gawang untuk mempersolid pertahanan timnya, Ederson Moraes. Kiper asal Brasil itu ditebus dari Benfica dengan harga GBP 34,9 juta (Rp668,74 miliar).

Nah, juara bertahan Liga Champions Real Madrid juga harus diberi atensi besar sebagai favorit musim ini. Los Merengues menampilkan dua wajah yang berbeda ketika bermain di Eropa dan domestik.

Ketika tampil di ajang Liga Champions, Sergio Ramos dkk sangat sulit dibendung. Sebaliknya di ajang La Liga, penampilan Real terbilang labil. Di La Liga, Real masih tercecer di peringkat ketiga di bawah Barcelona dan Atletico Madrid.

Bek kanan Real Marcelo kepada Marca mengatakan, banyak yang mengatakan Real baru membaik di 2018 ini. Periode 2017 merupakan waktu yang labil. Untungnya, Real masih kompetitif di Liga Champions dan La Liga walau terserak di posisi tiga.

“Kritik tidak berpengaruh kepada kami. Selama kami melakukan pertandingan di lapangan sekuat yang kami bisa, para fans akan menghargai kami,” kata bek berusia 29 tahun itu. (dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *