Sampah di Kawasan Olahraga Bima, Salah Masyarakat atau Pemerintah?

oleh -9 views
Yogi-Tumpukan-Sampah-di-Bima-(1)
Sampah menumpuk di sekeliling area jogging Stadion Bima. Tumpukan sampah ini mengundang reaksi warganet. FOTO:YOGI IRFANDI/RADAR CIREBON

CIREBON-Lingkungan Stadion Bima yang dipenuhi sampah mengundang keprihatinan masyarakat. Tak terkecuali warga net yang menumpahkan kekesalahannya di akun media sosial @radarcirebon. Ada yang menyalahkan masyarakat. Ada juga yang menyalahkan pemerintah.

Setiap awal pekan, tumpukan sampah di kawasan Bima ini memang lebih banyak dari biasanya. Sebab, hari Minggu kawasan ini beralihfungsi menjadi pasar dadakan. “Itu sisa-sisa dari pasar bima yang setiap Minggu. Pedagang enak aja jualan dapat untung, selesai jualan ngga bersih-bersih,” tulis @dianpujiutami dalam kolom komentar di akun Instragam @radarcirebon.

Terang-terangan dia mengeluhkan soal sampah yang ada akibat sisa pedagang bima dadakan setiap minggunya. Komentarnya itu juga ditanggapi sejumlah netizen. Ada yang sependapat ada juga yang tidak. Seperti akun @madu_nutrijoss yang menyanggah komentar @dianpujiutami. Dia mencoba mengoreksi dan mengingatkan bahwa bukan sepenuhnya salah pedagang mingguan yang berjualan. Mengingat pedagang mingguan sudah dikenakan Rp5 ribu untuk kebersihan.

“Yang jualan di Bima sudah dipungut karcis untuk kebersihan Rp5 ribu. Itu harusnya bagian petugas kebersihan,” ujar akun @madu_nutrijoss yang langsung dibalas dengan argumen kembali dari @dianpujiutami. “Saya mengerti banget sudah bayar Rp5 ribu, tapi setidaknya setelah jualan selesai, paling tidak bersihkan sekitar lapaknya,” timpalnya.

Merasa kebiasaan masyarakat yang juga perlu diubah, akun @ayoudhy menulis dengan singkat dan jelas di sana. Masyarakatlah yang seharusnya memulai untuk merubah kebiasaan membuang sampah. Terlebih lagi Bima menjadi kawasan penting dalam aktivitas olahraga masyarakat Cirebon dan sekitarnya. “Changes your habits, bruh,” tulisnya.

Melihat Kota Cirebon yang dahulu aman nyaman dan asri itu membuat akun @agnesyantidwi juga ikut menimpali. Kritik yang singkat namun lugas itu dituliskannya di laman komentar akun instagram, @radarcirebon Selasa kemarin. “Kembali Cirebon yang berintan:),” ujarnya.

Mungkin rasa gemas yang dirasakan akun @andrearamadhan pada permasalahan sampah yang terus dilempar bolak-balik antara siapakah yang salah dan benar. Yang jelas, dari komentar yang ditulisnya bernada kesalahan ada di kebiasaan masyarakat yang sulit diubah itu. “Mari kita doakan yang buang sampah sembarangan cepat masuk surga…” tambahnya.

Selain persoalan sampah, banyak hal lain yang seringkali luput dari perhatian. Terutama mengenai fasilitas umum dan sosial. Ingin berkontribusi? Posting foto beserta keterangannya dan tag ke akun @radarcirebon dan sertakan tagar #sayangikotakita untuk sama-sama berbagi kepedulian. (myg)