Hari Thalasemia Sedunia 2018, Bersama untuk Masa Depan yang Lebih Baik

oleh -17 views
PRESS BRIEFING:Sekretraris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA dan Dr. dr. Pustika Amalia Wahidiyat, Sp.A(K) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo serta perwakilan dari penyandang thalassemia menggelar press briefing di Ruang 109 Kementerian Kesehatan, Senin (8/5). FOTO: HUMAS KEMENKES
PRESS BRIEFING:Sekretraris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA dan Dr. dr. Pustika Amalia Wahidiyat, Sp.A(K) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo serta perwakilan dari penyandang thalassemia menggelar press briefing di Ruang 109 Kementerian Kesehatan, Senin (8/5). FOTO: HUMAS KEMENKES

JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Thalassemia Sedunia 2018, Sekretraris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA menggelar press briefing di Ruang 109 Kementerian Kesehatan. Press briefing juga dihadiri oleh Dr. dr. Pustika Amalia Wahidiyat, Sp.A(K) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, perwakilan dari penyandang thalassemia dan perwakilan dari organisasi yang bergerak dalam kepedulian terhadap thalassemia.

Hari Thalasssemia Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Mei. Tema peringatan Hari Thalassemia Sedunia tahun 2018 adalah “Bersama untuk masa depan yang lebih baik”. Tema ini menegaskan bahwa jika semua pihak mau berkontribusi untuk pencegahan dan pengendalian Thalassemia maka akan memberikan masa depan yang lebih baik bagi penyandang thalassemia”.

Menurut Riskesdas 2007, 8 provinsi dengan prevalensi lebih tinggi dari prevalensi nasional, antara lain Provinsi Aceh (13,4‰), DKI Jakara (12,3‰), Sumatera Selatan (5,4‰), Gorontalo (3,1‰), Kepulauan Riau (3,0‰), Nusa Tenggara Barat (2,6‰), Maluku (1,9‰), dan Papua Barat (2,2‰). Berdasarkan data YTI dan POPTI tahun 2014, dari hasil skrining pada masyarakat umum dari tahun 2008 – 2017, didapatkan pembawa sifat sebanyak 699 orang (5,8%) dari 12.038 orang yang diperiksa; sedangkan hasil skrining pada keluarga Thalassemia (ring 1) tahun 2009-2017 didapatkan sebanyak 1.184 orang (28,61%) dari 4.137 orang. Sedangkan berdasarkan data RSCM, sampai dengan bulan Oktober 2016 terdapat 9.131 pasien thalassemia yang terdaftar di seluruh Indonesia.