Walah, Tak Hanya Dibegal, Pacar pun Disandera

oleh -64 views
1-FOTO-BEGAL
Mohamad Arifin harus mendapatkan tindakan medis di bagian kepala. FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-Malam minggu dengan orang terdekat justru menjadi bencana. Mohamad Arifin (18) jadi korbannya. Warga Blok Korawa, RT/RW 02, Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon itu menjadi sasaran begal saat melaju di Jalan sepi penduduk.

Dia harus mengalami luka bacokan di tangan dan kepala. Sang pacar yang dibonceng, juga sempat disandra para pelaku. Mohamad Arifin menceritakan, kejadian bermula saat dirinya sedang bersama pacarnya bernama Riska, keliling mengunakan sepeda motor Honda Beat nopol  E 5352 QH. Mereka melaju ke Desa Jemaras Kidul, Sabtu malam (12/5).

Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 20.45 WIB, Arifin pun mengantarkan pacarnya pulang ke Desa Marikangen, Kecamatan Plumbon. Keduanya melewati Pakantingan. Sampai di lokasi kejadian, tepatnya di jembatan tol Desa Pakantingan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon mereka dihampiri komplotan begal.

“Jembatan itu sepi. Jauh dari penduduk Mas. Tiba-tiba dari samping ada yang nyegat. Saat saya tengok, pelaku langsung membacok ke kepala saya. Khawatir oleng, saya berhenti,” tutur Arifin saat di temui Radar Cirebon di rumahnya.

Saat berhenti, pelaku langsung mengepung kendaraan dan berusaha mengambil kunci motor. Tapi secara reflek Arifin mengambil kunci kontak dan membuangnya ke rerumputan. Kesal korban melawan, pelaku pun terus memukulkan parang ke Arifin. Korban terus memberikan  hingga mengalami luka bacok.

Geram dengan tindakan Arifin yang terus melawan, satu pelaku lainnya akhirnya menyandera Riska. Perkelahian pelaku dan korban pun berhenti. Pelaku menggeledah korban danberhasil merampas uang Riska sebanyak Rp100 ribu. “Saya langsung teriak minta tolong. Mereka langsung kabur. Mereka menggunakan 2 sepeda motor dengan jumlah 4 orang. Wajahnya tertutup rapat,” kata Arifin.

Setelah para pelaku kabur, Arifin dan pacarnya jalan kaki menuju ke perumahan terdekat, kemudian menghubungi orang tuanya.

“Bapak yang jemput, lalu membawa saya ke Puskesmas Palimanan untuk menjahit luka bacokan. Sedangkan Riska tidak mengalami luka. Dia hanya disandra saja. Nanti kalau sudah tenang, saya laporan ke Polsek Klangenan. Sekarang sih (Minggu) belum lapor ke polisi,” akunya.

Sementara Kapolsek Klangenan AKP Sukhemi melalui Kanit Reskrim Aiptu Agus Saepudin mengakui pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban. “Belum tahu Mas, karena belum ada laporannya,” ujar Agus. (cep)