Ubah Perilaku BAB Sembarangan, Dinkes Kabupaten Cirebon Inisiasi Arisan Jamban

oleh -17 views

Pola perilaku hidup sehat, sejatinya kebutuhan dalam keluarga dan masyarakat. Namun masih saja ada sebagian warga yang tidak begitu memperhatikan. Misalnya, buang air besar sembarangan, atau langsung ke jamban yang ada di sungai. Padahal, itu kurang baik.

NURVIA PAHLAWANITA, Cirebon

GUNA membiasakan perilaku hidup sehat, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon membentuk program inovatif yang diberinama arisan jamban. Pasalnya, dari 650 ribu kepala keluarga di Kabupaten Cirebon, 30 persen di antaranya atau sekitar 198 ribu belum memiliki jamban.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suhaeni SKM MKes menyampaikan, program arisan jamban ini, bertujuan mengatasi permasalahan BAB sembarangan karena tidak memiliki WC. Kegiatan itu, dibantu dengan program stimulan jamban dengan cara memberdayakan masyarakat setempat.

Program inovatif arisan jamban ini, disambut antusias masyarakat. Mereka sepakat dan bertekad mengubah perilaku dari buang air besar sembarangan, akan beralih ke jamban sehat.

“Dari data 30 persen KK yang belum memiliki jamban, 13 persen masih Buang Air Besar (BAB) sembarangan, 17 persen numpang BAB ke jamban umum, sekolah dan lain-lain. Nah untuk memiliki jamban sehat atau WC, dan tak ada lagi yang BAB sembarangan terutama di sungai, maka diadakan arisan jamban. Program ini untuk meringankan warga 1 hari hanya membayar arisan Rp2.000,” ungkap Enny kepada Radar, Selasa (5/6).

Sebenarnya, lanjut Enny, arisan jamban sudah dilaksanakan di beberapa desa di Kabupaten Cirebon, namun belum menyeluruh. “Kali ini di Palimanan yang mengadakan arisan jamban. Tapi sebelumnya juga sudah ada beberapa desa seperti di Jemaras, Klangenan dan lain-lain. Mudah-mudahan semua KK yang belum memiliki jamban juga kompak mengadakan arisan jamban. Karena arisan jamban perbelanjaan materialnya difasilitasi oleh wirausaha sanitasi,” tutur Enny.

Pada kesempatan itu, salah seorang warga yang mengikuti arisan jamban Sri (45) mengaku sangat terbantu dengan adanya arisan jamban. “Sangat ngebantu, ikut arisan sehari cuma Rp2 ribu enggak kerasa, daripada ujug-ujug harus ngebangun jamban yang minimalnya harus keluar uang Rp1 juta,” kata Sri. (*)