Innalillahi, Satu Pengunjung Pesta Laut Tenggelam

oleh -11 views
dri---nadranbikin-pantura-lumpuh-(16)
Selain membuat lalu lintas dari dua arah yang melewati wilayah Kecamatan Mundu macet, acara arak-arakan dan pesta laut yang dilaksanakan di Desa Citemu memakan korban. Satu warga dinyatakan hilang setelah tenggelam di laut. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Prosesi sedekah laut atau nadran di Desa Citemu, Kecamatan Mundu memakan korban. Salah seorang peserta nadran jatuh dari perahu dan tenggelam. Hingga kini korban belum ditemukan.

Kuwu Desa Lebak Mekar Alex Setiawan kepada Radar Cirebon mengatakan, korban tenggelam adalah benar warganya yang pada saat Minggu (8/7) pagi, ikut prosesi acara nadran di Desa Citemu. “Korban bernama Sutasman (37) asli Desa Citemu, tapi punya istri orang Lebak Mekar. Akhirnya pindah domisili di Lebak Mekar, KTP-nya Lebak Mekar,” ujar Alex.

Dijelaskan Alex, berdasarkan informasi yang ia terima korban terjatuh dan tenggelam sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban yang sehari-harinya sering pulang pergi Lebak Mekar-Citemu tersebut, mengikuti prosesi nadran di Desa Citemu. “Informasi saya terima begitu, sampai sore tadi terus dilakukan pencarian dan sampai saat ini belum ditemukan. Pencarian kemungkinan akan dilanjutkan besok (hari ini, red),” imbuhnya.

Sementara itu, lalu lintas dari dua arah yang melintas di jalur Pantura Mundu, Minggu (8/7) macet total. Mayoritas kendaraan nyaris tak bergerak setelah jalanan arah Jateng dipenuhi para peserta arak-arakan dari Desa Bandengan dan Desa Citemu.

Sebagian kendaraan yang mencoba membuka jalur dengan melakukan contraflow tak bisa berbuat banyak setelah kendaraan yang datang dari arah berlawan justru lebih banyak dan dalam kondisi terjebak macet. Untuk melewati wilayah tersebut, paling tidak dibutuhkan waktu sekitar satu setengah jam.

Umumnya, para pengguna jalan menyayangkan tidak adanya sosialisasi yang dilakukan pihak panitia pelaksana acara, sehingga para pengguna jalan, baik kendaraan bermotor dan mobil, terjebak kemacetan selama satu jam lebih untuk bisa lolos dari lokasi arak-arakan pesta laut di Kecamatan Mundu.

“Kalau memang jalannya mau dipakai buat arak-arakan, kasih pengumuman. Alihkan kendaraan yang mau lewat, masuk melalui Tol Ciperna dan keluar dari Kanci. Ini sih tidak ada pengumuman, tiba-tiba pagi lewat sudah macet total. Kita tidak punya pilihan, mundur tidak bisa, maju apalagi. Terpaksa nunggu acara selesai sambil jalan pelan-pelan,” ungkap Wahyu salah satu pengguna jalan yang saat itu hendak menuju Gebang. (dri)