Inter Milan 2 vs Torino 2, Mirroring yang Gagal

oleh -9 views
INTER-MILAN-vs-TORINO
KAWAL KETAT: Bek Kamerun Torino, Nicolas Nkoulou (kiri) mengawal ketat pergerakan pemain depan Inter Milan, Mauro Icardi saat bertanding di Stadion San Siro di Milan. Foto: Miguel MEDINA/AFP

MILAN – Luciano Spalletti mengambil keputusan berani. Dilansir Gazzetta dello Sport, dalam beberapa jam sebelum laga home perdananya di Serie A musim ini, Spalletti memutuskan untuk bermain dengan tiga bek. Sama seperti yang biasa diaplikasikan oleh Walter Mazzarri selama di Torino.

Menjamu Torino di Giuseppe Meazza, Milan, dini hari kemarin WIB (27/8), skema back three dengan 3-4-2-1 pun dia pilih. Sayangnya, keputusan me-mirroring formasi Mazzarri tidak berhasil. Mauro Icardi dkk malah mengawali laga kandang Serie A-nya dengan hasil imbang 2-2.

”Formasi yang berbeda. Sayang kami gagal menuntaskannya. Terutama di babak kedua,” sebut winger kanan Inter, Matteo Politano, kepada Inter TV. Ya, Nerazzurri kehilangan tiga poin pertamanya di Giuseppe Meazza setelah kemasukan dua gol dalam kurang dari 15 menit, ketika Andrea Belotti (menit ke-55) dan Soualiho Meite (68) menjebol gawang Samir Handanovic.

Padahal, Mauro Icardi dkk sudah unggul dua gol pada babak pertama lewat gol dari Ivan Perisic di enam menit pertama yang digandakan Stefan de Vrij saat 26 menit setelahnya. ”Kami tak mampu mengatasi perubahan yang dilakukan lawan,” klaim winger pinjaman Sassuolo pada musim ini tersebut.

Spalletti berjudi dengan keputusannya itu. Karena, sejak menangani Inter musim lalu dia  tak berjodoh dengan formasi tiga bek. Musim lalu, Inter kehilangan peluang mengamankan slot Liga Champions-nya lebih awal ketika ditahan Atalanta di Atleti Azzurri d’Italia yang ditangani Gian Piero Gasperini.

Sama dengan Mazzarri, Gasperini pun termasuk allenatore pengusung skema back three di Serie A. Spalletti saat itu pun juga me-mirroring skema tiga bek La Dea. Di satu sisi, pemain yang dipasang Spalletti sudah sesuai. Tiga bek Inter, Milan Skriniar, Stefan de Vrij, plus Danilo D’Ambrosio sudah familiar dengan skema tiga bek.

Begitu pula Sime Vrsajko yang bisa berfungsi jadi wingback saat skema tiga bek. Tetapi, itu buyar begitu lawan memainkan bola-bola panjang. ”Tak mudah untuk menjelaskan mengapa kami kehilangan diri kami pada babak kedua, cuma karena kami terkejut dengan umpan-umpan jauh gelandang lawan,” keluh Spalletti, kepada Sky Sport Italia.

Apa salah Inter? Luigi Garlando, jurnalis Gazzetta dello Sport menyebut, Spalletti belum  mampu menemukan karakter tim yang dia mau. Begitu pun jika dia ingin klubnya main dengan skema back three. ”Takkan cukup hanya dengan (Marcelo) Brozovic. Demikian juga (Miralem)  Pjanic,” ulas Garlando. Inter tak punya pemain yang bisa jadi tembok di depan pertahanannya.

Sepanjang pramusim, Spalletti cuma sekali menjajal skema tiga beknya itu saat melawan Olympique Lyon di International Champions Cup (ICC), di Lecce. Dengan skema 3-1-4-2, skor 1-0 untuk kemenangan Inter. ”Kami tak kesulitan begitu mendapat tekanan lebih tinggi,” imbuh Spalletti.

Kunci Mazzarri ada pada Ola Aina. Dia masuk jadi pengganti Christian Ansaldi di menit ke-22 yang cedera. Nah pemain pinjaman dari Chelsea tersebut bisa bermain sebagai bek kanan dan wingback. ”Dia seperti spons yang mampu menyerap segalanya,” sebut Mazzarri, dikutip di Football Italia.

Mazzarri bahkan sudah paham, Inter bakal lengah pada babak kedua. ”Saya menebaknya sejak awal, Inter pasti bisa kehilangan tempo, karena itu saya minta pemain lebih tinggi dalam menekan pertahanan Inter,” tambah pelatih yang familiar dengan Giuseppe Meazza itu. Karena Mazzarri pernah membesut Inter pada musim 2013-2014. (ren)