Era Digital, Start-Up Bisa Berkembang di Cirebon

oleh -2 views
apr-Unswag-Akuntansi
Parade Riset Akuntansi III menghadirkan Owner Batik Trusmi Sally Glovanny sebagai salah satu pembicara, Kamis (25/10). FOTO:APRIDISTA SITI RAMDHANI/RADAR CIREBON

CIREBON-Kemajuan teknologi yang sangat pesat dalam satu dekade terakhir telah membawa perubahan. Indonesia tentu tidak luput menjadi salah satu negara yang terkena dampak perubahan tersebut.

Dimulai dengan berkembangnya infrastruktur telekomunikasi, transisi dari telepon genggam ke gawai, munculnya media jejaring sosial daring, hingga menjamurnya aplikasi dan pasar-pasar daring baru. Ekosistem ini mengubah 180 derajat perilaku masyarakat Indonesia di dalam tatanan sosial. Kini perekonomian Indonesia telah mengarah ke era digital.

Dekan Fakultas Ekonomi Prof Dr Hj Ida Rosnidah Ak mengungkapkan, berdasar riset yang dilakukan, era teknologi menjadi salah satu komponen yang berperan dalam dunia akuntansi. Saat sumber daya tak bisa memegang teknologi, teknologi yang akan mengalahkan sumber daya manusia. “Menghadapi era digital SDM harus dipersiapkan untuk bisa menggenggam teknologi,” jelasnya.

Salah satu implementasinya adalah dengan pengembangan duni start-up. Ia menuturkan di Cirebon kesempatan pengembangan dunia start-up sangat memungkinkan. Penggabungan antara teknologi, inovasi, dan sumber daya yang baik dapat mendorong dunia start-up berkembang di kota Cirebon. “Dalam parade riset kali ini kami juga menghadirkan para pelaku start-up dari berbagai kota yang telah terjun lebih dulu, sehingga diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa dan peserta lain,” tuturnya.

Lanjutnya, perlu disadari bahwa di tengah kondisi pengangguran di Indonesia pada saat ini, industri startup digital haruslah dikembangkan dengan penekanan sebagai sebuah supporting system. Bukan substitution to the system.

Hendaknya arah pengembangan industri digital lebih pada bagaimana mendukung seiring sejalan dengan pasar, bukan mengganti atau bahkan mematikan pasar yang ada. Kemudian platform yang diciptakan tak hanya sekedar memudahkan konsumen dalam menemukan produk dan jasa yang diinginkan. Tetapi juga memudahkan produsen untuk memperkenalkan produk yang dimilikinya kepada konsumen, khususnya bagi mereka yang bergerak disektor komoditi-komoditi lokal. (apr)