2019, BIJB Target Layani 2,7 Juta Penumpang

Bandara Kertajati Majalengka (BIJB)
Bandara Kertajati Majalengka (BIJB).FOTO: RADARCIREBON.COM

MAJALENGKA-Pada tahun 2019 ini, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) menargetkan bisa melayani penumpang sebanyak 2,7 juta orang.

Division Head Airport Performance BIJB  Ari Widodo mengatakan, angka tersebut jauh lebih tinggi dari capaian penumpang pada 2018 lalu. Dijelaskan Ari, sejak resmi melayani penerbangan komersil pada 8 Juni hingga Desember 2018 lalu, jumlah penumpang dari BIJB tercatat sebanyak 30 ribu.

Diakui Ari, tingkat terisinya penumpang hingga saat ini masih terbilang cukup minim. Untuk hari-hari biasa, rata-rata di angka 25 persen. Sementara akhir pekan, tingkat penumpang mengalami kenaikan di kisaran 45 persen. Dia menyebutkan sampai Januari ini, sudah di kisaran 38 ribu penumpang. “Sementara untuk tahun 2019 ini target di angka 2,7 juta penumpang. Kami akui memang masih sepi. Bandara ini benar-benar baru bukan pindahan,” sebutnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Ari, untuk daerah tujuan seperti Balikpapan dan Medan berada di urutan atas daftar penumpang dari BIJB. Sementara, hingga saat ini penerbangan dari BIJB masih difokuskan untuk domestik. Satu-satunya penerbangan internasional baru melayani untuk ibadah umrah.

Jika dilihat dari asal penumpang, sebutnya, selain Ciayumajakuning ada juga dari Cikampek, Subang, Sumedang, Tegal, Brebes yang memang masih relatif dekat dengan BIJB. “Hasil pemetaan, dari Ciayumajakuning daerah luar daerah ini potensi penumpang di kisaran 15 juta,” jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah untuk terus meningkatkan jumlah penumpang di BIJB. Salah satunya, dengan terus membangun dan mengoneksikan pembangunan infrastruktur.

“Menteri Perhubungan juga pernah mengatakan jalur kereta api Bandung-Garut dan Cianjur-Bandung nantinya akan diteruskan ke Bandara Kertajati guna mendukung aksebilitas. Target pemerintah, dua jalur kereta api itu kelar direaktivasi tahun ini,” ujarnya.

Jalur-jalur tersebut (reaktivasi), kata Ari, akan diteruskan ke Bandara Kertajati. “Ini jalur-jalur yang nanti menjadi jangkar karena seperti kita ketahui kereta api sebagai suatu angkutan yang paling digemari masyarakat, murah, tidak ada polusi dan tepat waktu,” pungkasnya. (ono)