Angin Kencang, Atap SD Sampora Rusak Parah Tertimpa Pohon

oleh -36 views
SD-SAMPORA-TERTIMPA-POHON-BESAR
RUSAK: Atap SD Negeri Sampora Kabupaten Kuningan rusak parah akibat tertimpa pohon besar yang disababkan musibah angin besar Minggu (27/1) dini hari. Foto: BPBD Kuningan for Radar Kuningan

KUNINGAN – Hujan rintik yang disertai angin kencang pada Minggu (27/1) dini hari di wilayah Utara Kabupaten Kuningan menyebabkan satu pohon besar tumbang menimpa ruang kelas SD Negeri Sampora. Akibatnya, atap bangunan sekolah rusak parah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengungkapkan, musibah angin kencang tersebut terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 2.30 WIB. Pohon jati berukuran besar di belakang sekolah tumbang hingga menyebabkan atap bangunan dan plafon ruang kelas 6 SD Negeri Sampora rusak.

“Kejadiannya saat Minggu dini hari, sebuah pohon jati berukuran tinggi 30 meter dan diameter 85 sentimeter tumbang akibat angin kencang menimpa atap kelas 6 SD Sampora. Kerusakannya pun terbilang sedang, berupa genting dan plafon pecah sehingga untuk sementara ruang kelas tidak bisa dipakai,” ungkap Agus kepada Radar, kemarin.

Kejadian pohon tumbang tersebut, kata Agus, telah mendapat penanganan tim BPBD yang telah mendatangi lokasi untuk tindakan asessement dan pembersihan. Dibantu masyarakat dan petugas dari Polsek dan Koramil Cilimus, kegiatan pembersihan material kayu jati yang roboh dari atap sekolah tersebut berlangsung hingga Minggu siang.

“Karena kondisi atap ruang kelas tersebut rusak cukup berat, maka perbaikannya pun membutuhkan waktu hingga beberapa hari. Oleh karena itu, untuk sementara para siswa kelas 6 belajar di ruang perpustakaan hingga proses perbaikan selesai nanti,” ungkap Agus.

Kejadian pohon tumbang tersebut, kata Agus, secara otomatis telah dilaporkan ke instansi terkait terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan untuk ditindaklanjuti. Termasuk dalam hal perbaikan apakah ada bantuan atau swadaya, Agus mengatakan, ini menjadi kewenangan disdikbud. (fik)