Petani Tebu di Kabupaten Cirebon Belum Dapat Kredit Garapan

oleh -26 views
Meskipun kredit garapan belum cair, sejumlah petani sudah mulai menggarap lahan. Molornya kredit garapan tersebut, membuat petani harus merogoh kocek sendiri, bahkan harus berutang. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
Meskipun kredit garapan belum cair, sejumlah petani sudah mulai menggarap lahan. Molornya kredit garapan tersebut, membuat petani harus merogoh kocek sendiri, bahkan harus berutang. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Ratusan petani tebu di Wilayah Timur Cirebon (WTC) mengeluhkan kredit garapan yang sampai saat ini belum cair. Padahal, kredit garapan tersebut sangat menentukan produktivitas tebu saat musim panen nanti.

Hal tersebut disampaikan Mae Azhar, salah satu petani tebu di WTC. Menurutnya, saat ini ada sekitar 230 petani tebu di WTC, yang belum menerima kredit garapan lahan untuk musim tanam periode sekarang.

“Kredit sudah diajukan jauh-jauh hari. Bahkan saat musim tanam perdana pada bulan Oktober-November 2018. Tapi sampai sekarang belum cair. Lalu kalau kondisinya seperti ini, bagaimana kami para petani bisa memenuhi target capaian dari pabrik gula?” ujarnya.

Menurutnya, jika ditotal, jumlah kredit petani tebu untuk musim garapan saat ini sekitar Rp1,3 miliar. Jika tidak segera cair, pihaknya khawatir para petani tidak akan maksimal dalam menggarap lahan. Imbasnya, nanti jika produksi menurun, tentu yang paling terganggu adalah kelangsungan pabrik gula.

“Petani, pengelola pabrik gula dan siapapun yang berkaitan dengan operasional pabrik gula, harus komitmen untuk kelangsungan pabrik gula. Jika kredit petani ditunda-tunda, tentu ada pihak yang tidak komitmen. Padahal petani sangat membutuhkan uang ini untuk ongkos kerja para penggarap lahan,” imbuhnya.

Saat ini, menurut Azhar, nafas petani sudah sangat ngos-ngosan untuk memulai musim tanam kali ini. Bahkan, tidak sedikit petani yang terpaksa berutang ke banyak pihak untuk terus bisa menanam tebu dan menjaga kelangsungan pabrik tebu.

“Bagi kami, bercocok tanam tebu itu bukan hanya pekerjaan, tapi sudah jadi kearifan lokal. Jadi, jangan persulit kami dengan kredit yang bertele-tele. Kasihan petani yang modalnya pas-pasan, lahan-lahan pertaniannya telantar, dirawat seadanya dan ditanam semampunya,” jelasnya.

Sementara itu, petani lainnya Didi Junaedi kepada Radar Cirebon membenarkan jika kredit garapan hingga kini belum dicairkan. Pihaknya pun mendesak agar kredit tersebut segera dicairkan. Terlebih, saat ini petani sudah memenuhi segala syarat dan kewajiban yang diminta oleh pihak terkait.

“Sampai sekarang belum cair kredit untuk garapannya. Usia tebu sudah bervariasi. Ada yang dua bulan, ada yang tiga bulan. Ini mengganggu juga. Kalau tidak dicairkan sekarang, masa mau dicairkan mendekati panen. Ya tidak mungkin kan?”ungkapnya. (dri)