Ternyata Angka Stunting di Kabupaten Cirebon Masih Tinggi

oleh -172 views
Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk mengampanyekan pencegahan stunting. FOTO:NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON
Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk mengampanyekan pencegahan stunting. FOTO:NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON

CIREBON-Jumlah penderita stunting (kerdil) di Kabupaten Cirebon per tahun 2018 sebanyak 15.765 orang. Jumlah tersebut menurun dari dua tahun sebelumnya, yaitu 20.017 orang pada tahun 2017 dan 24.626 tahun 2016.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dr Edi Susanto MM menyampaikan, stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis mulai dari empat bulan dalam kandungan hingga 1.000 hari kehidupan pertama (HKP). “Yang sudah terjadi stunting ini jangan sampai sakit. Karena mereka daya tahan tubuhnya mudah terserang penyakit. Jadi, stunting itu pertengahan antara gizi buruk dan gizi kurang,” kata Edi.

Kabupaten Cirebon juga merupakan satu dari 160 kabupaten/kota di Indonesia dalam penanganan stunting. “Kabupaten Cirebon menjadi lokus penting penanganan dan pencegahan stunting,” ucapnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Cirebon Dr Ir H Dicky Saromi MSc mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menginginkan adanya pakta integritas dari berbagai instansi dan dinas terkait dalam penanganan stunting.

“Ini bagian dari komitmen kita. Stunting jangan dijadikan generasi yang tidak kompetitif. Karena mereka menjadikan prestasi belajarnya menurun dan cepat terserang penyakit, karena kekebalan tubuhnya terganggu,” kata Dicky.

Menurutnya, penanganan stunting bukan hanya tugas Dinas Kesehatan saja, namun dinas lainnya pula. Semisal Dinas Pertanian dalam hal penyediaan pangan yang cukup bagi masyarakat. Kabupaten Cirebon juga sudah melakukan berbagai program penanganan stunting, mulai dari sosialisasi kepada pasangan yang belum menikah tentang pentingnnya gizi bagi bayi. “Saya kira jajanan di sekolah juga harus bergizi. Jangan hanya membuat cepat kenyang, tapi cepat lelah,” jelasnya.

Dikatakannya, indikator balita terkena stunting disebabkan tidak adanya gizi karena faktor kemiskinan, serta pola asuh dari orang tua. Untuk mewujudkan target tersebut, tambah dia, harus dilakukan kerja sama dan sinergitas dengan dinas terkait, serta seluruh lapisan masyarakat.

“Ada nota kesapahaman untuk bersama-sama mewujudkan pemberantasan stunting. Kami targetkan tahun 2023 Kabupaten Cirebon zero stunting. Anak wadon nganggo anting-anting, wong Cirebon cegah stunting,” tandasnya. (via)