Sosialisasi, Nabil Hadiri Pengobatan Gratis

oleh -39 views
NABIL
PENGOBATAN GRATIS: Caleg DPR RI Dari Partai Amanat Nasional dapil Cirebon/Indramayu ikut memeriksakan kesehatan kepada tim medis di acara sosialisasi sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar relawannya, Minggu(17/2) di perumahan GSP kota Cirebon. Foto: Abdullah/Radar Cirebon

CIREBON – Caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) dapil Cirebon dan Indramayu, Muhamad Nabil melakukan sosialisasi, Minggu (17/2). Dia menyapa masyarakat perumahan Griya Sunyaragi Permai (GSP) Kota Cirebon.

Kegiatan yang diinisiasi relawannya itu menggelar pemeriksaan kesehatan gratis. Ratusan warga GSP terlihat memeriksaan kesehatannya, juga mendapatkan obat.

Kehadiran Nabil di GSP dalam rangka memenuhi undangan para relawannya yang menggelar pemeriksaan kesehatan. Untuk itu dibantu para relawannya menggelar kegiatan sosial pemeriksaan kesehatan. Tidak hanya pemeriksaan kesehatan tapi juga ada sunatan masal.

Pemeriksaan kesehatan gratis itu, kata Nabil, sebenarnya inisiatif relawan. Dirinya hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan diri kepada masyarakat bahwa dirinya maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Cirebon dan Indramayu melalui PAN.

Nabil menjelaskan, ada beberapa relawan yang akan menggelar kegiatan serupa. Seperti di Arjawinangun akan digelar Senin (18/2). Relawan yang keliling Indramayu juga ada.

Bahkan kegiatan sosial yang sudah dikunjunginya sudah ada 50 titik. Nabil mengakui selama pencalegan dirinya lebih fokus kepada pendidikan dan kesehatan.

Apalagi saat ini dirinya masih mejabat anggota DPD RI konsen membahas tentang kesehatan, termasuk memperjuangkan BPJS. Nabil tidak menghendaki permasalahan BPJS tidak selesai, tapi yang dikorbankan masyarakat. Kalaupun mengalami defisit, kata Nabil, harus ada penyelesaiannya.

Kemudian untuk sektor pendidikan, pria yang saat ini menjadi senator DPD RI itu, sedang memperjuangkan bagaimana lembaga pendidikan seperti pesantren mendapatkan perhatian dari pemerintah melalui APBN.

Nabil tidak menghendaki pesantren dibiarkan berjalan sendiri tanpa ada upaya pemerintah turun tangan membantu pengembangan pendidikan. Dirinya menilai ada satu titik hal di mana pendidikan pesantren semakin lama semakin tertinggal.

Masyarakat belum menikmati 20 persen anggaran pendidikan. Akibatnya APBN tidak bisa mengalokasikan anggaran yang berbasis pendidikan pesantren.

Harusnya, kata Nabil, disamakan pendidikan umum. Makanya, ke depan bisa disamakan dengan pendidikan umum. Apalagi banyak masyarakat yang menyekolahkan ke pesantren. Sehingga APBN harus membantu pesantren dalam pendidikan. (abd)