Pemkab Majalengka Ingin Bahas Ulang Rencana Konsep Alun-Alun

oleh -175 views
Rencana Konsep Alun-Alun Majalengka

MAJALENGKA-Desain perombakan kawasan Alun-alun Majalengka juga sudah diposting Gubernur idwan Kamil melalui akun Instagram, Jumat (15/2).

Desain alun-alun dalam tiga slide di postingan Instagram itu memuat bagian keseluruhan alun-alun yang digambarkan dari arah Kantor Pos/Pegadaian menghadap ke barat lengkap dengan tampilan Masjid Agung. Slide kedua dan ketiga digambarkan dalam bentuk kondisi dalam alun-alun. Namun belum jelas kondisi ini direncanakan di titik mana.

Simbol-simbol lama yang dihilangkan dalam desain alun-alun yang baru di antaranya gazebo di sisi selatan tempat berbarisnya para tamu VIP ketika kegiatan hari-hari besar, air mancur warna-warni yang terletak di pintu masuk sisi utara, dan jogging track. Sedangkan simbol yang masih dipertahankan adalah gapura/pintu masuk dengan dua tiang yang pucuknya berbentuk lentera di pintu masuk sisi utara, barat, dan timur.

Desain utamanya sendiri mengambil tema terracotta (tanah), yang punya nilai filosofis dan identitas daerah. Sedangkan beberapa fasilitas umum yang masih samar apakah masih dipertahankan atau tidak, adalah trotoar keliling yang ada tepat di luar pagar/pot pembatas kompleks alun-alun yang selama ini fungsinya lebih sering dijadikan tempat berjualan pedagang kaki lima terutama pada malam hari.

Bupati Majalengka H Karna Sobahi MMPd mengaku baru melihat sekilas dari media sosial terkait konsep penataan Alun-alun Majalengka. Sehingga belum ada gambaran apakah desain tersebut mengakomodir seluruh masukan dan aspirasi keinginan pemkab.

Untuk itu pihaknya akan kembali mengundang arsitek untuk menjelaskan lebih detail mengenai konsep tersebut. “Yang saya lihat di medsos itu masih belum jelas. (Konsep) hal ini masih perlu pematangan. Nanti kita panggil lagi konsultannya (arsiteknya),” kata bupati.

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Majalengka H Eman Suherman menambahkan, dari pengamatan slide yang diposting gubernur, pihaknya masih belum menemukan kesesuaian antara keinginan pemkab yang mau agar kompleks Masjid Agung terintegrasi dengan kawasan alun-alun.

Meski demikian, ada juga masukan pemkab yang nampaknya sudah diakomodir oleh konsultan. Di antaranya layout alun-alun pada desain awal terbelah menjadi dua sisi namun kini sudah menjadi satu. Gapura juga tetap dipertahankan. (azs)