Baru Satu Paket Kegiatan Masuk Lelang Nilai Rp750 Juta Diajukan DPKPP

oleh -61 views
Ilustrasi-Lelang-Rumah

SUMBER – Paket kegiatan di Kabupaten Cirebon masuk masa lelang. Dari 249 kegiatan, baru satu paket yang masuk proses lelang. Nilainya Rp750 juta. Lelang itu diajukan Dinas Perumahan Dinas Pemukiman Kawasan Perumahan dan  Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon 20 Februari 2019 lalu.

Kepala Sub Bagian Pengendalian Pelaksanaan Evaluasi dan Pelaporan Pembangunan, Bagian Pembangunan Setda Kabupaten Cirebon, Wisnu Prasetyo mengatakan, dari seluruh SKPD yang baru mengajukan adalah DPKPP senilai Rp750 juta itu adalah Belanja Jasa Konsultasi Perencanaan Sport Center Watubelah.

Pembukaan masa lelang itu dimulai tanggal 20 hingga 28 Februari mendatang. Per tanggal 22 Februari baru ada sembilan peserta yang daftar mengikuti lelang. “Peserta lelang kemungkinan akan bertambah. Jumlah peserta dan CV maupun PT akan diketahui per tangga 4 Maret,” ujar Wisnu kepada Radar Cirebon, Jumat (22/2).

Menurutnya, pemenang lelang dapat diketahui sekitar 4 April mendatang. Sedangkan untuk tanda tangan kontrak kerja 5 April. Dari jadwal yang sudah ditentukan ini, bisa saja mengalami perubahan. “Semua itu tergantung dari jumlah peserta dan verifikasi berkas yang masuk,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pihaknya tidak bisa mengatur proses percepatan lelang di setiap kegiatan. Sebab, kesiapan itu ada di SKPD masing-masing. Kalau SKPD tersebut lebih cepat, maka lelang paket kegiatan akan lebih cepat. Dengan demikian, penyerapan anggaran pun akan maksimal.

Wisnu mengungkapkan, jumlah paket kegiatan di Kabupaten Cirebon setiap tahun mengalami penyusutan. Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bagian Pembangunan Setda menyebutkan, tahun 2017 ada 330 kegiatan. Dari jumlah tersebut, 7 di antaranya gagal lelang. Dan 4 paket kegiatan dilakukan lelang ulang.

Dari total anggaran tahun 2017, pagu anggaran paket kegiatan Rp300.752.985.925 miliar, dengan penawaran Rp282.619.175.174. Artinya, ada efesiensi anggaran RpRp18.133.810.750 atau hemat 6,03 persen dari pagu anggaran.

Sedangkan di tahun 2018, ada 319 paket yang di lelang. Tapi, 9 paket di antaranya gagal, sedangkan 7 paket lainnya dilakukan tender ulang. Dari 319 paket pagu anggaranya Rp303.989.631.077, dengan penawaran sampai Rp285.838.909.940. Ada efisiensi anggaran sebesar Rp18.150.721.136 atau hemat 5,97 persen.

“Setiap tahun lelang paket kegiatan trennya menurun karena lebih banyak pengadaan langsung. Di tahun 2019 ini, justru ada 249  lelang kegiatan. Sedangkan belanja langsung barang dan jasa ada 1333 paket,” paparnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, berdasarkan Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa, serta instruksi presiden nomor 1 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategi nasional, batasan akhir lelang itu akhir Maret selesai semua.

“Penjabat Bupati Cirebon sudah mengeluarkan edaran tentang percepatan pengadaan barang dan jasa, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Ini sebuah himbauan kepada SKPD agar secepatnya menyiapkan dokumen,” imbuhnya.

Dia menambahkan, tahun 2018 lalu tepat bulan September Kabupaten Cirebon meraih rangking empat atas laporan realisasi pelaksanaan anggaran tingkat Jawa Barat. Tapi, predikat itu tidak bisa dipertahankan pada APBD perubahan. Sebab, tidak ada satu pun kegiatan yang digelar. “Semuanya masuk silpa, karena pada tanggal 24 Oktober Bupati Sunjaya terjaring OTT KPK,” pungkasnya. (sam)