572 Kg Sampah Diangkut dari Alun-alun

oleh -24 views
SAMPAH-ALUN-ALUN
BERSIH-BERSIH ALUN-ALUN: Petugas DLH Kabupaten Majalengka bersama komunitas peduli lingkungan menyisir dan membersihkan volume sampah di Alun-alun kota Majalengka, Minggu. FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Sudah lama dijadikan kawasan car free day (CFD), kebersihan Alun-alun kota Majalengka tidak luput dari perhatian. Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Majalengka bersama dengan sejumlah komunitas setiap Minggu pagi melakukan aksi kebersihan di lokasi tersebut.

Namun berbeda dengan Minggu-minggu sebelumnya, untuk pekan ini kegiatan kebersihan itu cukup menguras tenaga. Pasalnya kawasan tersebut dijadikan lokasi acara ceremonial Millennial Road Safety Festival (MRSF) Polres Majalengka yang melibatkan ribuan warga.

Tumpah ruahnya masa di acara tersebut menyisakan sampah-sampah berserakan. Namun petugas kebersihan LH dibantu sejumlah komunitas, bergerak dan menyisir kawasan Alun-alun Majalengka dan sekitarnya. Sehingga kondisi pusat kota tampak bersih, baik sebelum hingga pasca kegiatan MRSF Polres Majalengka tersebut.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Majalengka, Mumu Rudi Harto menyebutkan, sejatinya aksi bersih-bersih dilakukan pada 21 Februari lalu bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional.

“Setiap ada kegiatan, panitia harus mempersiapkan pengelolaan sampah untuk menjaga kebersihan lokasi kegiatan,” paparnya.

Dikatakan, kegiatan kebersihan bersama komunitas dilakukan secara rutin setiap pekannya. Dalam satu bulan, tercatat lebih dari 572 kg sampah terangkut dari Alun-alun Majalengka. Pada pekan pertama terkumpul 80 kilogram sampah. Pekan kedua112 kilogram, minggu ketiga sebanyak 180 kg dan pekan keempat lebih dari 200 kg.

“Sehingga selama empat pekan, sampah di alun-alun Majalengka itu terkumpul 572 kilogram. Ini yang harus menjadi perhatian,” jelasnya.

Masyarakat, kata dia, harus memilah sampah dari sumbernya. Apalagi sampah rumah tangga. “Warga jangan berpedoman pada hanya mengumpulkan lalu buang ke TPA. Yang terpenting sekarang pengelolaan sampah,” pesannya.

Pihaknya mengaku, persoalan sampah adalah masalah berat. Dari sisi pengakutan membebani APBD. Sementara pembuangan ke TPA juga bukan solusi terbaik karena TPA nyaris penuh.

“TPA kita sudah penuh, jadi alangkah baiknya pilahlah sampah mulai dari rumah dan pergunakanlah barang-barang yang sekiranya bisa digunakan kembali. Hindari penggunaan kantung plastik serta barang-barang yang tidak dapat terurai,” imbaunya. (ono)