Isi 2 Kotak Amal di Masjid Jakatawa Pasindangan Dikuras Maling

oleh -12 views
Iwan, jamaah masjid Jakatawa Desa Pasindangan menunjukkan kotak amal yang menjadi sasaran pencuri. FOTOl: NURHIDAYAT/RADAR CIREBON
Iwan, jamaah masjid Jakatawa Desa Pasindangan menunjukkan kotak amal yang menjadi sasaran pencuri. FOTOl: NURHIDAYAT/RADAR CIREBON

CIREBON-Aksi pencurian kotak amal kembali terulang. Kali ini terjadi di Masjid Jakatawa di RT/RW 03, Desa Pasindangan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Dua kotak amal dibobol maling pada Jumat (1/3) lalu, sekitar pukul 00.19 WIB.

Risanto, Ketua DKM Masjid Jakatawa menuturkan, kali pertama ia mengetahui peristiwa tersebut pada pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB. Ia dilapori salah seorang petugas kebersihan yang menyiapkan masjid untuk keperluan salat Jumat. “Petugas kaget karena posisi kotak amal berpindah dan sudah dalam keadaan rusak,” ujarnya.

Untuk memastikan penyebab kerusakan kotak amal, ia bersama jamaah lainnya kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas CCTV. Benar saja, seorang pelaku pencurian telah melakukan aksinya saat tengah malam. “Pelaku masuk dari sisi utara masjid, kemudian keliling memeriksa setiap sudut masjid,” tambah dia.

Ia menjelaska, di masjid terdapat 4 kotak amal, dua kotak amal terbuat dari besi sedang dua lainnya berbahan kayu. Dua kotak amal yang berhasil dibobol pelaku adalah kotak amal berbahan kayu. “Kebetulan dua kotak yang dibobol itu tidak diberi alarm. Kalau yang duanya itu ada, jadi pelaku sudah memeriksa satu persatu,” jelasnya.

Pelaku memanfaatkan sepinya saat tengah malam. Namun, pelaku tidak sadar, jika aksinya itu terekam kamera pengawas. Berdasarkan pengamatan rekaman tersebut, ciri-ciri pelaku, mengenakan celana pendek, kaos oblong dan bertopi. “Yang dibawa itu kotak amal kecil yang biasa dikelilingkan jamaah salat Jumat,” imbuh Risanto.

Peristiwa pencurian kotak amal sudah terjadi berulang kali. Terakhir, sekitar 6 bulan lalu, hal serupa juga terjadi di masjid tersebut. “Sebenarnya sejak kita pasang CCTV dan dibikin dari besi, agak lama tidak ada maling. Kalau isinya sih mungkin tidak seberapa, cuma itu kan amanah jamaah, dan kita capek membetulkan,” tutur Risanto.

Dari pengalaman beberapa kali peristiwa pencurian, ia mengamati para pelaku mencuri kotak amal saat hari Kamis. Ini karena pelaku diduga mengetahui jika kotak amal dibuka sepekan sekali, yakni pada hari Jumat, usai salat Jumat. “Kita mau panggil ahli CCTV untuk diperjelas rekaman dulu, rencana mau laporan ke polisi secepatnya.” tandasnya. (day)