Masjid Bodesari Fasilitasi Wifi Gratis untuk Jemaah

oleh -40 views
Masjid WiFi Gratis
WIFI GRATIS: Masjid Ussisa 'Ala T- Taqwa Desa Bodesari Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon memberikan fasilitas wifi gratis secara cuma-cuma dengan hanya membayar kepada Allah dengan melaksanakan salat berjamaah. FOTO:NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON

Banyak cara yang dilakukan untuk memakmurkan dan menghidupkan masjid. Seperti halnya Masjid Ussisa ‘Ala T- Taqwa Desa Bodesari, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan Riswa (Remaja Islam Ussisa ‘ala-t-Taqwa) memberikan fasilitas gratis wifi.

Nur Via Pahlawanita, Cirebon

MASJID Ussisa ‘Ala T- Taqwa ini tampaknya sudah sekitar tiga sampai empat bulan menyediakan fasilitas koneksi internet nirkabel (WiFi) gratis. Kepada Radar, salah satu pengurus Riswa, Habiburohman, menyampaikan, hadirnya wifi gratis bukan serta merta bertujuan untuk menjadikan para jemaah terpaksa melaksanakan salat di masjid. Melainkan jemaah masjid nantinya diharapkan bisa memanfaatkan teknologi itu untuk kepentingan dakwah, dan wadah memperkenalkan Islam sesungguhnya kepada seluruh masyarakat.

“Wifi gratis yang diberikan hamba Allah atau pengurus DKM ialah tak lain agar masjid tercinta ini semakin makmur. Terbukti ada peningkatan sebelum dan sesudah ada program ini. Yang biasanya jemaah salat hanya ada satu-dua shaf, sekarang minimalnya ada empat shaf. Kami remaja masjid juga aktif mengikuti latihan archery (memanah), hadroh dan lain-lain yang tujuannya juga untuk memakmurkan masjid,” ucapnya saat dijumpai Radar Cirebon, Minggu (3/3).

Sementara, Ketua DKM Masjid Ussisa ‘Ala T- Taqwa Bodesari, Bana El Bana menuturkan, fasilitasi wifi gratis tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas masjid dan makin banyak jamaahnya. Menurutnya, masjid bukan sekadar tempat salat, tapi juga bisa menjadi pusat berbagai kegiatan kemaslahatan masyarakat khususnya pemuda.

“Yang lagi habis kuota, tugas menumpuk, ngadem aja di Masjid Bodesari. Ada wifi gratis. Jangan lupa, datng ke masjid, ambil wudu, trus salat 2 rakaat, baru deh wifian. Setelah ada program ini banyak pelajar dan mahasiswa terutama para pemuda salat di sini, daripada mereka nongkrong engga jelas mending salat berjamaah. Ada juga pelajar atau mahasiswa yang sengaja mengerjakan tugas belajarnya melalui wifi gratis ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, ujarnya, pengurus masjid dan Riswan menjadi sosok yang memiliki peran sangat penting. “Ya kita kontrol, komunikatif dan fasilitatif, jangan sampai wifi digunakan untuk hal-hal buruk,” katanya.

Salah satu jemaah masjid asal Desa Tegalwangi, Nuristanto mengaku sengaja melakukan salat berjamaah di masjid tersebut. “Iya istirahat kerja, setelah salat berjamaah saya wifian, lumayan gratis bisa dimanfaatkan. Kebetulan rumah istri tidak jauh dari sini. Salat di sini bukan karena terpaksa tapi sudah panggilan dan kewajiban, jadi kalau ada wifi gratis ngapain tidak dimanfaatkan asal kita menggunakannya bukan untuk hal-hal yang negatif,” katanya. (*)