Harpitnas, Kehadiran Pegawai RSUD Linggajati hanya 60 Persen

oleh -72 views
Sekda Kuningan Dian Rahmat Yanuar saat melakukan sidak GDD di RSUD Linggajati. FOTO:M TAUFIK/RADAR KUNINGAN
Sekda Kuningan Dian Rahmat Yanuar saat melakukan sidak GDD di RSUD Linggajati. FOTO:M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Angka kehadiran pegawai di hari kejepit nasional (harpitnas) menjadi perhatian serius Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan Dr H Dian Rahmat Yanuar MSi dengan melakukan sidak ke RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan, Jumat (8/3). Hasilnya, dari jumlah total pegawai sebanyak 384, ternyata yang masuk kerja dan ikut apel pagi hanya 226 orang saja atau hanya 60 persen saja.

Pantauan Radar Kuningan, sekitar pukul 7.15 WIB Sekda Kuningan hadir didampingi Kabag Organisasi Setda Drs Agus Basuki di lapangan parkir RSUD Linggajati tempat digelarnya apel pagi rutin pegawai rumah sakit. Kehadiran panglima ASN bersama tim GDD secara mendadak ini pun praktis mengejutkan para pegawai yang sudah mulai mengatur barisan bersiap mengikuti apel pagi. Beberapa pegawai yang datang terlambat terlihat berlarian berusaha masuk barisan. Namun, petugas GDD dari Satpol PP menghadangnya dan meminta mereka membuat barisan terpisah di belakang.

Hal pertama yang disampaikan Dian yang bertindak sebagai pembina apel adalah menanyakan jumlah kehadiran pegawai kepada petugas apel. Hasilnya, dari jumlah total pegawai sebanyak 384 orang, hanya 226 pegawai saja yang datang mengisi daftar hadir dan mengikuti apel pagi. Bahkan, beberapa dari mereka yang tidak hadir ternyata adalah pejabat struktural yang mempunyai fungsi strategis seperti setingkat Kabag bahkan Direktur Rumah Sakit pun tidak hadir.

“Saya merasa sedikit kecewa ternyata angka kehadiran di RSUD Linggajati di hari kejepit seperti sekarang tidak maksimal. Ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan, ternyata budaya kerja dan budaya tertib pegawai terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat ternyata masih harus ditingkatkan,” ujarnya kepada awak media.

Dian mengatakan, salah satu indikator tingkat kedisiplinan pegawai adalah dilihat dari kehadirannya saat apel pagi. Menurut dia, kehadiran pegawai di pagi hari tidak bisa dianggap sepele, melainkan harus dianggap penting untuk mengecek kekuatan sampai sejauh mana personelnya memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Atas temuan ini, saya akan tindak lanjuti menggelar briefing dengan seluruh jajaran mulai dari pucuk pimpinan sampai yang di bawah minggu depan. Insya Allah, secara bertahap kita benahi perilaku ASN ini agar lebih baik lagi sehingga bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Adapun kegiatan sidak GDD kali ini, Dian mengatakan, memang diadakan secara mendadak tanpa sepengetahuan instansi terkait. Dian berencana menjadikan kegiatan sidak semacam ini menjadi agenda rutin yang akan menyentuh seluruh instansi di lingkup Pemerintah Kabupaten Kuningan secara bergiliran dan dadakan.

“Mudah-mudahan dari sidak ini akan memberikan dampak positif kepada perilaku ASN di Kabupaten Kuningan benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik. Waktunya bisa kapan saja, kalau hari ini kebetulan bertepatan dengan harpitnas setelah Kamis kemarin libur dan besok (Sabtu) libur lagi, suatu saat nanti sidak bisa saja pada hari lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Keperawatan RSUD Linggajati Ero Juhara mengatakan, dari sekian banyak pegawai yang tidak hadir diduga karena mereka adalah pegawai medis yang masuk dalam kelompok kategori dinas malam. Selain itu, ada juga beberapa yang tidak ikut apel pagi karena mereka langsung masuk kerja untuk pelayanan masyarakat seperti di loket pendaftaran dan lainnya yang memang buka sejak pukul 07.00 WIB. “Berdasarkan perhitungan kami banyak pegawai yang tidak ikut apel pagi karena mereka sebelumnya masuk dinas malam. Diperkirakan, hanya 30 persen saja yang tidak masuk karena memang mengabaikan,” jelasnya.

Terkait keberadaan Direktur RSUD Linggajati dan beberapa pegawai struktural yang tidak hadir, Ero mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan mereka tidak masuk kantor. Namun ada beberapa yang memang sedang menjalankan tugas luar daerah, seperti dr Krisyudi yang sedang mengurus proposal akreditasi rumah sakit sehingga hari Jumat ini tidak masuk kantor.

Atas kehadiran sekda melakukan sidak kali ini, Ero mengaku tidak terlalu terkejut dan menganggapnya sebagai sesuatu hal positif dalam rangka memberikan motivasi kepada para pegawai rumah sakit untuk bekerja lebih baik. Adapun untuk perbaikan kedepan, Ero mengatakan, pihaknya sangat mendukung rencana Sekda Doam yang akan mengadakan briefing dan pembinaan terhadap seluruh jajaran rumah sakit.

“Sesuai arahan Pak Sekda, kami siap untuk perbaikan ke depan. Kami bersama 30 persen yang tidak hadir hari ini siap menerima pembinaan dan arahan dari Pak Sekda untuk perbaikan kinerja dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ero. (fik)