101 Warga Kuningan Terkena Demam Berdarah

oleh -6 views
DBD-PIXABAY
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

KUNINGAN – Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kuningan hingga pertengahan Maret tercatat sebanyak 101 orang. Dari data tersebut tidak ada laporan pasien DBD yang meninggal dunia.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Iud Sudarman, mengungkapkan, dari data pasien DBD tersebut, tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kuningan. Meski angkanya terbilang tinggi, tapi menurutnya, belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).

“Kami tidak menetapkan kondisi ini sebagai KLB karena kasusnya tersebar di banyak kecamatan. Kecuali jika jumlah pasien sebanyak itu terjadi di satu desa atau kecamatan tertentu, dan ada laporan pasien meninggal dunia maka dapat dikatakan KLB,” ujar Iud kepada Radar Kuningan.

Iud mengakui, jumlah penderita DBD selama musim penghujan ini terus bertambah. Menurut dia, peningkatan kasus DBD di Kuningan kali ini diduga karena panjangnya musim hujan, ditambah kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan juga masih kurang.

Karena itu, dinkes melalui 31 puskesmas terus melakukan sosialisasi pola hidup sehat dan bersih terutama dalam menjaga lingkungan melalui konsep 3M (menutup, menguras, dan mendaur ulang) plus melakukan pencegahan. Seperti menabur serbuk abate di tempat penampungan air, menanam tanaman anti nyamuk hingga memelihara ikan pemangsa jentik seperti cupang dan lainnya.

“Kami terus serukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dan larvasidasi atau membunuh jentik nyamuk dengan cara menaburkan bubuk abate. Jika ada permintaan fogging, kami juga sikapi cepat,” ungkap Iud.

Tapi untuk fogging, Iud mengaku tidak dengan mudah memenuhi permintaan tersebut karena ada beberapa prosedur yang harus ditempuh. Saat ada permintaan fogging, dinkes harus selektif dengan terlebih dulu melakukan pelacakan kasus melalui penyelidikan epidemiologi. Ketika hasilnya memang positif, fogging baru bisa direalisasikan.

“Yang terpenting dari seluruh bentuk penanganan, adalah kesadaran masyarakat. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya tetap hidup dan membahayakan,” ujar Iud. (fik)