Segera Tangani Longsor Tebing Cipager, BBWSCC Minta Laporan Pemdes Siap Layangkan Surat Pemberitahuan

oleh -17 views
BAHAYA: Tanggul longsor di Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru mengancam keselamatan warga. Penanggulangan harus segera dilakukan. Apalagi sudah sampai menelan rumah warga. FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
BAHAYA: Tanggul longsor di Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru mengancam keselamatan warga. Penanggulangan harus segera dilakukan. Apalagi sudah sampai menelan rumah warga. FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON

CIREBON – Tanggul longsor di Desa Setu Wetan menjadi perhatian publik. Pasalnya, kejadian longsor kerap terjadi saat musim hujan tiba. Pemerintah desa setempat pun diminta segera melayangkan surat pemberitahuan perbaikan tanggul ke Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC).

Sekaligus pemberitahuan disertai foto kejadian longsor tebing Sungai Cipager.

“Kirimkan surat ke kami. Nanti akan saya instruksikan teman-teman untuk turun ke lapangan. Kita akan segera tindaklanjuti,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC) Happy Mulya saat dihubungi melalui sambungan selularnya, kemarin.

Disinggung adakah perbaikan tanggul-tanggul kritis di Kabupaten Cirebon tahun ini, Happy mengatakan ada. Namun, ia tidak hafal titik mana saja yang akan diperbaiki.

Sebab, itu ada di wilayah teknis bagian PPK dan satuan kerja (satker) BBWSCC. “Yang jelas ada perbaikan. Tapi, kami tidak hafal,” katanya.

Sementara itu, Perangkat Desa Setu Wetan, Nurwahyudi mengaku, saat ini pihaknya sedang menyiapkan berkas berita acara atas kejadian longsor di Desa Setu Wetan ke kecamatan. Kemudian diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selanjutnya dikirim ke BBWSCC. Sebab, Sungai Cipager yang longsor itu merupakan kewenangan BBWSCC.  “Sekarang kita ingin mencoba pengajuan.

Mudah-mudahan saja dari pengajuan ini, akan ditindaklanjuti oleh pemerintah. Kami harap secepatnya agar tidak terlalu lama. Khawatir longsor makin meluas,” tuturnya.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Rudiana SE menyampaikan, pihaknya sering melakukan rapat dengar pendapat dengan BBWSCC.

Mengingat, sering sekali kejadian longsor di tanggul sungai yang menjadi kewenangan BBWSCC. “Alasan BBWSCC saat ditanya itu klasik. Masalahnya terbentur di anggaran,” terangnya.

Politisi PDI Perjuangan itu mengaku hanya bisa mendorong agar tanggul- tanggul kritis di Kabupaten Cirebon segera diperbaiki dengan kualitas bangunan yang baik.

Sebab, urusan teknis ada di BBWSCC. Sehingga, hasil penanggulangan tanggul kritis tidak sia-sia.

“Kita sih hanya bisa mengusulkan dan berupaya agar keselamatan masyarakat terjamin dari bahaya tanggul longsor. Pemerintah daerah yang mengawal paling DPUPR, agar penanggulangan tanggul longsor itu  diperbaiki secara intensif,” tandasnya. (sam)