Tujuh Pegulat Kota Cirebon Berpeluang ke SEA Games

oleh -26 views
Pegulat Kota Cirebon Dewi Atiya (kiri) saat menghadapi pegulat asal Kazakhstan, Ayaulym Kassymova di Asian Games 2018 lalu. FOTO: DOK.RADAR CIREBON
Pegulat Kota Cirebon Dewi Atiya (kiri) saat menghadapi pegulat asal Kazakhstan, Ayaulym Kassymova di Asian Games 2018 lalu. FOTO: DOK.RADAR CIREBON

CIREBON–Peluang para pegulat andalan Kota Cirebon untuk membela kontingen Jawa Barat di kejuaraan nasional (kejurnas) kembali datang. PGSI Jawa Barat akan menggelar seleksi daerah (selekda) pada 6 April mendatang di Kota Bandung. Tujuh pegulat Kota Udang turut ambil bagian.

Selekda digelar untuk memilih pegulat utama yang akan diterjunkan PGSI Jawa Barat di Kejurnas Gulat 2019 yang akan dihelat di Jakarta, akhir April nanti. Kejuaraan ini merupakan kelanjutan dari rencana PP PGSI sebelumnya yang batal digelar di Ciracas, Jakarta Timur, pada Maret ini.

Kejurnas Gulat 2019 tersebut sekaligus ajang seleksi nasional (seleknas). Nantinya, pegulat yang terpilih akan bergabung dengan tim pemusatan latihan nasional (pelatnas) proyeksi SEA Games 2019 yang akan dihelat di Filipina, November mendatang.

“Ini kesempatan emas. Lebih dari sekadar membela Jawa Barat di event nasional. Tapi akan membuka peluang atlet kita untuk bisa berkiprah kembali di ajang internasional,” ujar Sekretaris Umum PGSI Kota Cirebon Atep Kosasih.

Ketujuh pegulat yang akan dikirim menuju Selekda 6 April mendatang tersebut adalah Adhitya Eka Lazuardi (125 kg gaya bebas putra), Andi Sidiq (130 kg gaya greco putra), Peri Budiawan (67 kg gaya greco putra), Kuswandi Jaya (71 kg gaya bebas putra), Deni Dliyaul Awliya (98 kg gaya greco putra), Dewi Atiya (62 kg gaya bebas putri) dan Nidha Jeyan (69 kg gaya bebas putri).

Dari ketujuh pegulat hanya Nidha dan Deni yang masih menjalani program latihan secara regular di Kota Cirebon. Sementara lima pegulat lainnya sudah fokus menjalani pemusatan latihan di Bandung. “Pegulat kita yang sudah di Bandung sudah tahu caranya mempersiapkan diri dengan baik. Mereka para pegulat senior yang memang sudah masuk pantauan PGSI Jawa Barat sejak lama,” terang Atep.

Prestasi olahraga gulat Kota Udang memang sudah sejak lama mencuri perhatian PGSI Jawa Barat. Puncaknya pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 ketika Jawa Barat menjadi tuan rumah. Saat itu Dewi Atiya, Adhitya Eka Lazuardi dan Peri Budiawan menyumbang medali. Dewi dan Adhit meraih emas, sedangkan Peri medali perunggu.

Kiprah pegulat Kota Cirebon di perhelatan internasional juga sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Yaitu, ketika Dewi Atiya pada akhir 2016 diterima di pelatnas. Dewi ikut berjuang membela kontingen Merah Putih di Asian Games 2018 yang dihelat di Jakarta dan Palembang.

Atep berharap, tren positif ini terus terjaga. Dia berpesan kepada para pegulat andalannya agar mempergunakan setiap kesempatan sebaik mungkin. “Harus selalu berusaha menunjukan kemampuan 100 persen. Kami tentu berharap anak-anak lolos selekda dan bisa bertanding di kejurnas sehingga membuka peluang lebih besar untuk masuk pelatnas, lalu SEA Games,” pungkasnya. (ttr)