4.792 Warga Kota BAB Sembarangan

oleh -51 views
ILUSTRASI

DI balik deru kemajuan kota, ternyata sanitasi menjadi masalah yang belum terpecahkan. Masih ada 4.792 warga yang buang air besar (BAB) sembarangan. Kemudian, 20.234 warga yang fasilitas mandi cuci kakus (MCK)-nya tidak aman. Atau bahkan belum memiliki sama sekali.

Ironisnya, ini merata di semua kecamatan. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, disebutkan bahwa masyarakat Kota Cirebon sebagian besar menggunakan tangki septik untuk mengolah air limbah rumah tangga. Namun sebagian besar fasilitas tangki septiknya masih belum memenuhi standar teknis yang ditetapkan.

Di samping itu, permintaan warga dalam pelayanan sedot tinja untuk melakukan pengurasan tangki septik juga masih rendah. Padahal tangki septik memerlukan pengurasan paling tidak sekali dalam 5 tahun.

Kemudian, masih banyak masyarakat yang membuang black water dan grey water secara langsung maupun terselubung ke saluran drainase dan badan air. Pembuangan ini jadi masalah karena tidak melalui pengolahan terlebih dahulu. Hal ini berarti pencemaran akibat pembuangan air limbah yang tidak terkontrol telah menyebabkan pencemaran di badan air.

Masih dikutip dari data yang sama, masalah sanitasi ini paling parah terjadi di Kecamatan Harjamukti dan Kecamatan Lemahwungkuk. Urutan ketiga adalah Kecamatan Pekalipan. Namun, tiga kecamatan itu punya masalah berbeda. Di Kecamatan Lemahwungkuk dan Harjamukti, sanitasi tidak aman disebabkan rendahnya kemampuan ekonomi warga.

Sementara di Kecamatan Pekalipan penyebabnya adalah lingkungan yang padat penduduk. Jarak antar rumah/bangunan berdekatan, sehingga menyulitkan masyarakat dalam mengatur jarak antara bidang resap buangan efluen dari tangki septik dengan sumur gali sesuai standar teknis.