Baru Ditambal, Lubang di Jl Cipto Muncul Lagi

oleh -16 views
Kendaraan melintas tikungan Jl Cipto Mk menuju Jl Tuparev. Kerusakan jalan di tikungan ini sempat diperbaiki, namun aspal kembali mengelupas karena intensitas hujan. FOTO:APRIDISTA SITI RAMDHANI/RADAR CIREBON
Kendaraan melintas tikungan Jl Cipto Mk menuju Jl Tuparev. Kerusakan jalan di tikungan ini sempat diperbaiki, namun aspal kembali mengelupas karena intensitas hujan. FOTO:APRIDISTA SITI RAMDHANI/RADAR CIREBON

CIREBON-Musim hujan membuat ruas jalan protokol rusak dan berlubang. Bahkan di tikungan Jl Cipto Mangunkusumo menuju Jl Tuparev, lubang yang sudah ditambal kembali terbuka.

Menurut pantauan Radar Cirebon, kerusakan merata di Jl Pemuda, Jl Cipto Mangunkusumo, Jl Tuparev dan Jl Tentara Pelajar. Kedalaman lubang pun beragam. Terlihat beberapa pengendara yang memperlambat dan berhati-hati saat melintasi titik jalan berlubang tersebut.

Didi (45) salah satu pengendara mengungkapkan kerap melintas di Jalan Cipto Mk mengeluhkan kerusakan ini. Saat hujan turun di ruas jalan ini kerap menjadi jalur yang memiliki banyak lubang dan tergenang. “Khawatir kecelakaan, apalagi di Jalan Cipto,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Zaenal (22) pengguna jalan lainnya juga berharap jalanan belrubang secepatnya diatasi oleh pemerintah. Hal ini guna menghindari kecelakaan yang terjadi. “Jangan tunggu ada korban dulu baru ada gerakan,” tandasnya.

Dari data Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR), saat ini ada 242 titik jalan yang mengalami kerusakan. Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Hanry David mengatakan, perbaikan tengah diupayakan. Mengingat dari hasil survei lapangan, bila dirata-rata kerusakan ada di angka 5-10. “Itu yang menjadi tugas DPUPR untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.

Tahun 2019 ini,  kata David, perawatan jalan sebetulnya sudah lebih baik. Dari keseluruhan jalan, hanya 10 persen yang membutuhkan perbaikan.  Untuk menangani itu, DPUPR memiliki pos anggaran untuk pemeliharaan rutin jalan protokol. Namun dari segi jumlah, anggaran tersebut masih sangat jauh dari jumlah ideal untuk pemeliharaan jalan.

Hanry berharap, ke depan komposisi anggaran pemeliharaan dan penunjukkan langsung (juksung) bisa dibalik. Setiap triwulan, Bina Marga hanya mendapat alokasi Rp75 juta. Anggaran itu untuk meng-cover seluruh ruas jalan yang rusak di Kota Cirebon.

Setelah dihitung dan dilakukan pemetaan, untuk bisa 100 persen melakukan perbaikan dan pemeliharaan, anggaran yang ideal untuk satu triwulan harus ada di angka Rp1 miliar. “Kita jauh dari angka itu. Mudah-mudahan bisa dimaksimalkan,” ucapnya.

Dari kontur jalan dan kondisi geografis, 242 titik jalan yang rusak ada di wilayah selatan. Sehingga ada fokus tersendiri untuk pemeliharaan jalan di daerah Selatan. “Yang paling parah, di daerah Kedung Krisik ke sana. Kita ada wacana untuk melanjutkan pembangunan jalan disana,” pungkasnya. (apr/abd)