PJU Jl Wahidin Pemborosan Anggaran, Masih Tanggung Jawab Kontraktor, Rusak karena Korsleting

oleh -104 views
Lampu PJU FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Lampu PJU FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON–Lampu penerangan jalan umum (PJU) Jl Dr Wahidin Sudirohusodo tidak sesuai standar. Dari sisi kuantitas, terlampau banyak. Juga dari teknis pemasangan yang diketahui tidak sesuai ketentuan.  Dari temuan Dinas Perhubungan (Dishub), diduga terjadi korsleting listrik dan menyebabkan PJU yang baru berumur empat bulan mengalami kerusakan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) PJU Dishub Doddy Rochdiat mengatakan, dari pemeriksaan lapangan diketahui PJU tidak memenuhi standar. Ini diketahui saat pencopotan lampu PJU yang rusak. Ternyata ada MCB yang bocor. Sambungan dan instalasinya juga tidak pas. “Satu MCB itu harusnya satu lampu. Ini satu tiang (dua lampu) satu MCB,” katanya kepada Radar Cirebon.

Dishub merasa berkepentingan dengan PJU tersebut. Sebab, setelah masa pemeliharaan tuntas, nantinya fasilitas tersebut akan diserahkan ke dishub. Mau tidak mau, nantinya pemeliharaan pun dilakukan oleh UPT yang dipimpinnya.

Masalahnya, keberadan PJU yang secara kuantitas terlampau banyak juga bakal membebani anggaran listrik. Bahkan selama beroperasi empat bulan terakhir, tidak semua PJU dinyalakan. Beberapa ada yang dimatikan, untuk mengurangi beban pembayaran listrik. Hingga akhirnya 87 dari 140 PJU tersebut mati, dan mengundang perhatian publik. “Bina Marga marah. Bilang ke kita kalau PJU pada mati terus dicopot,” kata Doddy.

Ia menyayangkan kondisi ini Mengingat satu lampu LED tersebut diperkirakan harganya Rp1,9 juta. Mestinya, bergaransi 5-6 tahun. Tidak hanya itu, ia juga mengkritik jarak lampau PJU dengan lampu lainnya tidak ideal dan cenderung pemborosan anggaran. Standarnya, antar tiang 30-40 meter, sedangkan di Jalan Wahidin jaraknya hanya 17 meter.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Hanry David menyebutkan, PJU Jl Wahidin sudah mulai dipasang oleh kontraktor. Sebab, sejauh ini masih masuk dalam masa pemeliharaan. “Ini tanggung jawab kontraktornya. Harus memperbaiki, pasang lagi sampai nyala,” katanya.

Namun Hanry tak berani memastikan sampai kapan perbaikan berlangsung dan PJU di kawasan tersebut berfungsi kembali. (abd)