Edi Job Fair Jadi Ajang Pembekalan Setelah Ujian

oleh -6 views
DIBUKA: Bunda Literasi Provinsi Jawa Barat, Atalia Prayatya Kamil hadir dalam pembukaan Creator Edi Job Fair di SMK Negeri 9 Bandung. FOTO: Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov Jabar
DIBUKA: Bunda Literasi Provinsi Jawa Barat, Atalia Prayatya Kamil hadir dalam pembukaan Creator Edi Job Fair di SMK Negeri 9 Bandung. FOTO: Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov Jabar

BANDUNG-Agar tidak bingung setelah lulus SMA/SMK/MA, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan membuka Creator Edi Job Fair.

Menurut Bunda Literasi Provinsi Jawa Barat, Atalia Prayatya Kamil, yang ditunjuk untuk membuka acara tersebut di SMK Negeri 9 Bandung, acara ini merupakan salah satu jawaban untuk membantu meningkatkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang ada. Baik dari mitra industri, instansi pemerintah, dan SMK di Bandung Raya.

“Ini sangat penting untuk dihadirkan. Sehingga, siswa yang ada di sekolah diberikan pembekalan bagaimana mereka harus menghadapi tantangan ke depan,” tuturnya.

Lebih jauh dia mengatakan, kegiatan ini tepat diselenggarakan setelah SMK melaksanakan USBN, UNBK, dan UKK ini bisa jadi solusi memperpendek masa tunggu lulusan sebelum berwirausaha, bekerja, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Inilah yang diperlukan oleh mereka, karena biasanya siswa bingung harus kemana dan ngapain. Jadi, ada program bagus, namanya BMW yakni Bekerja, Melanjutkan atau Wirausaha,” kata istri dari Ridwan Kamil ini.

Dia juga melanjutkan, jika  program pemerintah ini bisa  menjadi solusi bagi lulusan SMK setelah lulus. “Artinya mereka punya banyak pilihan apakah mereka akan bekerja, melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi atau berwirausaha,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika mengungkapkan, SMKN 9 Bandung merupakan satu dari 21 SMK revitalisasi yang telah dicanangkan pemerintah pusat dan daerah.

Jadi, sudah selayaknya sekolah ini memberi bukti kelayakan bahwa lulusannya mampu bekerja, melanjutkan dan berwirausaha di bidang pariwisata, ditambah dapat menularkan keberhasilannya ke SMK lain.

“Salah satu bukti revitalisasi yang telah dicapai SMKN 9 ini adalah kurikulum berbasis industri yang hari ini melakukan PKS dengan mitra industri sebagai wujud peningkatan mutu sekolah melalui pembelajaran berbasis produk dengan nama Teaching Factory,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Jawa Barat mempunyai 2.937 SMK, merupakan yang terbanyak di Indonesia. SMK negeri sebanyak 287 unit (9,7 persen) dan SMK swasta 2.650 unit (90,3 persen).

“Adapun jumlah siswanya mencapai 1.074.567 siswa, meliputi siswa SMK negeri 298.931 orang (28 persen) dan siswa SMK swasta 775.636 orang (72 persen) di tahun pelajaran 2018/2019,” pungkasnya. (jun)