Gubernur akan Kirim Ulama ke Inggris untuk Berdialog

oleh -57 views
DUTA ISLAM: Sebanyak 30 ulama muda telah lulus mengikuti program English for Ulama. Diharapkan mereka menjadi duta Indonesia dan Jawa Barat dalam mensyiarkan Islam yang ramah dan damai kepada dunia. FOTO: Mohamad junaedi/radar cirebon
DUTA ISLAM: Sebanyak 30 ulama muda telah lulus mengikuti program English for Ulama. Diharapkan mereka menjadi duta Indonesia dan Jawa Barat dalam mensyiarkan Islam yang ramah dan damai kepada dunia. FOTO: Mohamad junaedi/radar cirebon

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil merasa senang dan bangga setelah melihat kemampuan bahasa Inggris para ulama muda yang mengikuti program English for Ulama.

Today, I’m very happy and very proud all of us, karena ulama-ulama Jawa Barat sudah mahir berbahasa Inggris dan siap menjadi duta Islam untuk dunia,” ungkap Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, saat memberikan sambutan pada penutupan program English for Ulama di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, kemarin (11/4).

Diceritakan, ide program English for Ulama merupakan hasil renungan Ridwan Kamil usai berkunjung ke Amerika Serikat pada saat masih menjabat sebagai Walikota Bandung.

Usai konferensi walikota sedunia, dia bertemu dengan salah satu akademisi yang memberikan tantangan kepada orang Indonesia untuk mampu berdiskusi dan memberikan pandangan tentang Islam.

Pasalnya, orang AS atau masyarakat Barat pada umumnya, melihat Islam hanya dari Timur Tengah. Sementara mereka buta akan pandangan Islam dari Indonesia yang notabene negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dengan keragaman suku dan budaya.

“Saat itu saya ditanya oleh sang profesor, Mr Major, you from Indonesia? Saya jawab, yes I’m major in City of Bandung. Lalu, profesor itu kembali berbicara, you understand Indonesia the biggest muslim country right? Saya jawab lagi, yes we have more than 2 hundred million muslim.

Kemudian dia berkata lagi, but how can we every time to dialog between West and Islam and between other religion and Islam, the representation of  Islam always coming from Middle East, should be from Indonesia, because you are majority, you have speech your mind, because you the biggest muslim country,” ungkapnya.

Dari hasil renungan tersebut, dalam satu kesempatan dia bertemu dengan Duta Besar Kerajaan Inggris, Moazzam Malik yang juga punya program English for Indonesia melalui lembaga British Council. “Akhirnya saya bisa menjawab tantangan profesor tersebut melalui program English for Ulama,” bebernya.

Dikatakan, tujuan dari program English for Ulama tidak lain adalah memberikan pandangan baru kepada khalayak dunia bahwa Islam adalah agama yang damai.

Dengan kemahiran ulama dalam berbahasa Inggris, mereka bisa berdialog dengan penduduk dunia tentang Islam, menjawab sejumlah isu yang negatif tentang Islam seperti terorisme dan inteloransi.

“Ulama Jawa Barat harus jadi yang terdepan dalam mensyiarkan dan menyampaikan pesan tentang Islam yang damai,” katanya.

Selanjutkan, di era digital sekarang ini, para alumni English for Ulama harus memanfaatkan media sosial untuk berdakwah dengan bahasa Inggris. “Kegiatan di masjid, kegiatan sosial dan lainnya yang mencerminkan kedamaian dan keramahan dalam Islam direkam dan di-upload ke channel YouTube, sehingga masyarakat dunia bisa melihat,” imbuhnya.

Program ini tidak akan berhenti. Emil ingin setahun ada 4 kali seleksi. Setelah itu, mereka-mereka yang terbaik akan dibawa ke Inggris untuk berdiskusi dengan sejumlah komunitas agama, budaya dan lainnya mengenai Islam Indonesia yang damai dan ramah.

Sehingga, tidak ada lagi miskomunikasi dan salah pemahaman. Kemudian, lulusan yang lainnya, diharapkan membuat program yang sama di daerah dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Tahap pertama kita luluskan 30 ulama muda. Nanti kita buat lagi sehingga makin lama menyebar dan menjadi budaya para ulama,” ungkapnya.

Sementara, Duta Besar Kerajaan Inggris untuk  Indonesia Mr Moazzam Malik sangat mengapresiasi program English for Ulama. Pasalnya, dengan program ini kedepan Indonesia akan memainkan perannya di panggung dunia dalam menyampaikan pesan-pesan damai. “Program ini sangat strategis dalam menghubungkan antaragama dan Indonesia, khususnya Jawa Barat, bisa menjadi contoh di dunia untuk menyampaikan pesan-pesan kedamaian,” ucap Dubes Inggris pertama untuk Indonesia yang beragama Islam ini.

Dia berharap, melalui program ini, Indonesia bisa lebih berani untuk berbagi pengalaman dengan masyarakat muslim di Inggris. “Insya Allah, program ini akan terus berlanjut ke lembaga-lembaga lain.

Karena, bahasa Inggris menjadi keperluan komunikasi dengan dunia luar agar Indonesia bisa bersaing dalam bidang bisnis dan mempromosikan budaya. Saya senang bisa bekerjasama dengan Kang Emil dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Semoga bisa menjadi contoh provinsi lainnya,” pungkasnya. (jun)