Lima Tahun Lagi Harus Ngabret

oleh -8 views
AJAK NGABRET: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengajak pengusaha Jawa Barat untuk bekerja sama membangun daerah dalam lima tahun ke depan. FOTO: biro Humas dan Protokol Setda Pemprov Jabar
AJAK NGABRET: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengajak pengusaha Jawa Barat untuk bekerja sama membangun daerah dalam lima tahun ke depan. FOTO: biro Humas dan Protokol Setda Pemprov Jabar

BANDUNG–Dalam lima tahun mendatang, pembangunan di Jawa Barat harus ngabret. Makanya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat untuk bekerja sama. “Kadin dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus kompak.

Kami menunggu pelantikan ini karena butuh partner untuk ngabret,” kata Ridwan Kamil saat menghadiri pelantikan  Tatan Pria Sudjana sebagai ketua dan seluruh pengurus baru Kadin Jabar periode 2019-2024 di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Selasa malam (9/4) lalu. Tatan menggantikan Agung Suryamal Soetisno yang telah habis masa kepengurusan.

Menurutnya, upaya diplomasi perdagangan dan pengembangan industri sudah dilakukan dengan sejumlah negara sahabat. Di antaranya Duta Besar Amerika Serikat, Duta Besar Kanada, Duta Besar Swedia, dan beberapa negara sahabat lainnya.

Bahkan, dia pun sudah melakukan lawatan ke negara-negara Afrika dan Timur Tengah untuk membuka kerjasama disegarkan bidang.

“Dari door to door itulah, investasi dengan nilai yang besar berpeluang hadir di Jabar. Maka, kami mengajak para pengusaha untuk bergabung,” tuturnya.

Apalagi, lanjut dia, saat ini Jawa Barat sudah memiliki ketersediaan infrastruktur terbaik, seperti bandara ada Husein Sastranegara (Bandung), BIJB Kertajati (Majalengka), Nusawiru (Pangandaran), juga Bandara di Tasikmalaya dan Sukabumi yang terus dikembangkan.

Kemudian, jalan tol strategis hingga Pelabuhan Patimban di Subang terus digenjot perkembangannya demi kelancaran pergerakan orang dan barang.

Dari segi birokrasi, Jawa Barat juga terus mendorong reformasi peraturan untuk mempercepat perizinan. Adapun salah satu yang Emil tawarkan adalah special economic zone atau kawasan ekonomi khusus (KEK). “Semua ini akan menjadi daya tarik bagi investor.

Tingkat pajak yang jauh lebih kecil, atau bahkan tidak ada pajak sama sekali. Kemudian, pembangunan infrastruktur di area KEK yang terjamin oleh pemerintah pusat, serta tata koneksi logistik yang lebih baik,” imbuhnya.

Tidak hanya bidang perdagangan dan industri, pariwisata juga bisa dijadikan sebagai lokomotif perekonomian Jawa Barat. Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini Emil meminta wisata juga menjadi perhatian para pengusaha Kadin.

Begitu juga dengan membina desa dengan membantu mengembangkan BUMDes demi mewujudkan ekonomi Pancasila yang terkandung dalam sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Desa dibela, lingkungan kita dukung, hadir pula ekonomi kewilayanan demi mengurangi ketimpangan,” tegasnya.

Dengan segala peluang dan potensi yang ada, Ridwan Kamil berharap ketua Kadin yang baru mampu membawa para pengusaha Jawa Barat bersaing secara global.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia jika Jawa Barat bisa maju dengan inovasi dan kolaborasi antara pemerintah dan para pengusahanya,” harap dia.

Tatan siap membangun sinergi dengan Pemprov Jabar untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin. “Mari kita tunjukkan eksistensi Kadin Jabar agar dapat dirasakan nilai manfaatnya oleh para pelaku usaha, para stake holder di Jabar, hingga masyarakat luas,” katanya.

Tatan juga berharap, pelaku usaha Jabar mampu membangun kemandirian, kedaulatan, dan eksistensinya di seluruh kabupaten dan kota.

“Kita bahu-membahu bersama seluruh pengurus menjadikan Kadin Jabar Juara Lahir Batin. Pelaku usaha di Jabar diharapkan berperan aktif dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jabar,” harapnya. (jun)