Pemkot Cirebon Mimpi Transportasi Masal

oleh -21 views
Lima Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon terparkir di Kantor Dinas Perhubungan. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Lima Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon terparkir di Kantor Dinas Perhubungan. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Nyaris tiga tahun lalu, transportasi masal Kota Cirebon sudah direncanakan. Termasuk pengadaan Bus Rapid Transit (BRT) atau bus trans Cirebon. Tapi arah pengembangan transportasi masal-nya, hingga saat ini belum jelas.

Lima unit  BRT Trans Cirebon masih setia menghuni halaman belakang kantor Dinas Perhubungan (Dishub) di Komplek Perkantoran Stadion Bima. Sesekali keluar mengangkut siswa taman kanak-kanak yang mengikuti study tour.   Ada beragam persoalan yang merintanginya segera mengaspal. Kalaupun selesai aspek administratifnya, bagaimana angkutan masal ini bakal beroperasi?

Sejauh ini, Pemerintah Kota Cirebon belum menetapkannya. Apakah dikelola swasta, badan usaha milik daerah atau oleh dinas perhubungan. Kemudian, bagaimana pengadaan halte untuk bus yang punya desain pintu geser di bagian tengah ini.

Masalah lainnya ialah kekurangan lima armada lagi yang belum dikirim Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kepala Dihub, Atang Hasan Dahlan menyebutkan, kekurangan lima armada ini jadi ganjalan serius. Jumlah BRT yang seharusnya diterima Kota Cirebon adalah 10 unit. Ini sesuai dengan surat serah terima. Namun sampai saat ini baru lima yang diberikan. “Katanya lima BRT yang lain dikasih ke Kabupaten Cirebon sama Indramayu,” ujar Atang belum lama ini.

Masalah lainnya, ialah plat nomor, rute dan perizinan lainnya. Yang pengurusannya tertunda. Namun, ia yakin cepat atau lambat BRT ini akan beroperasi. Kuncinya adalah penandatanganan Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) dari kementerian oleh walikota. Pemkot sendiri telah menggelontorkan Rp1 miliar untuk operasional.