Pelatda Gulat Cirebon Langsung Hadapi Kejurnas

oleh -6 views
PELATDA-GULAT

CIREBON – Kesempatan emas menanti di hadapan para pegulat Kota dan Kabupaten Cirebon yang telah lolos seleksi daerah (selekda). Setelah resmi menghuni pemusatan latidah daerah (pelatda), mereka akan segera bersaing untuk memperebutkan tempat di pemusatan latihan nasional (pelatnas) lewat Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gulat 2019.

Kejurnas Gulat rencananya akan digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Namun, PP PGSI belum merilis jadwal resminya. “Kita belum tahu jadwal resminya kapan. Hanya saja, ada informasi bahwa kejurnas akan digelar bulan ini setelah pemilu,” kata pelatih gulat Jawa Barat, Teti Perawati.

Kejuaraan ini merupakan salah satu upaya PP PGSI menjaring pegulat-pegulat terbaik Indonesia. Mereka akan dihimpun dalam pemusatan latihan proyeksi ASEAN Games 2019 yang akan digelar di Filipina, November 2019 mendatang. Jadi, para pegulat Cirebon anggota pelatda Jawa Barat berpeluang merebut kesempatan emas tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari Kota Cirebon ada lima pegulat yang sudah dipastikan lolos ke pelatda tahap pertama berdasarkan Surat Keputusan (SK) PGSI Jawa Barat Nomor: 003/KPTS/PGSI-JBR/IV/2019. Mereka adalah Peri Budiawan, Adhitya Eka Lazuardi, Sendi, Dewi Atiya dan Nidha Jeyan. Sementara Kabupaten Cirebon diwakili dua pegulat, yakni Erwin Setiyawan dan Ade Tokun.

Ketujuh pegulat tersebut masuk dalam daftar 27 pegulat terbaik Jawa Barat yang lolos seleksi tahap pertama 7 April lalu. “Kami tentu berharap ketujug pegulat dari Kota dan Kabupaten Cirebon ini mampu menunjukan performa terbaik mereka. Tapi sebelumnya, mereka harus hadir di hari pertama pelatda, Senin (22/4) pekan depan,” ungkap Teti.

Dari ketujuh pegulat tersebut, Dewi Atiya tergolong paling berpengalaman. Dia pernah merasakan kebesaran sebagai anggota pelatnas pada 2017 hingga 2018 silam. Dia turut membela kontingen Indonesia pada Asian Games 2018 di Jakarta. Pegulat 26 tahun itu antusias menghadapi Kejurnas.

“Bisa membela nama bangsa di ajang internasional itu sebuah kebanggaan yang mahal harganya. Dan, jika kesempatan untuk mengulanginya itu datang lagi, maka saya akan memperjuangkannya semaksimal mungkin,” kata Dewi. (ttr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *