Pelaku Perampasan Ponsel Ditangkap, Korbannya Pasutri yang Sedang Berantem di Jalan Sepi

oleh -29 views
Salah satu terduga pelaku diamankan warga sebelum diserahkan ke polisi. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
Salah satu terduga pelaku diamankan warga sebelum diserahkan ke polisi. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Sejumlah orang berlarian mengejar tiga pemuda yang saat itu diduga melakukan perempasan telepon selular (ponsel) milik Widia (25) warga Greged, Kabupaten Cirebon. Aksi itu terjadi di jalan sepi di Blok Tengger Asem, Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,Jumat (26/4), sekitar pukul 18.00 WIB.

Ketiga pemuda itu dalam kondisi mabuk dan menaiki sepeda motor. Mereka akhirnya berhasil diberhentikan dan sempat diamuk massa sebelum diselamatkan oleh perangkat desa. Hanya dua yang berhasil diamankan, sementara seorang lagi berhasil melarikan diri dari amukan massa.

Peristiwa tersebut terjadi saat sebagian warga tengah menjalankan ibadah Salat Magrib. Pasangan suami istri tiba-tiba berlari dan meminta tolong ke warga sekitar karena menjadi korban perampasan oleh para pelaku. Warga pun bereaksi. Pelaku yang saat itu hendak kabur langsung diberhentikan.

Awal mulanya, menurut Widia, saat itu ia dan suami tengah bertengkar. Dia kemudian turun dari motor dan memutuskan berjalan kaki. Saat berjalan kaki tersebut ia kemudian bertemu dengan ketiga pelaku yang langsung mendatanginya. “Pas saya lagi nangis, mereka datang. Dikiranya mau nolong, gak tahunya maksa minta HP. Saya takut karena lokasinya sepi,” ujarnya.

Saat bersamaan, ketika sang suami menyusul, tiba-tiba salah satu pelaku lain merampas kunci motor suami Widia dan melemparkannya ke semak-semak dengan maksud agar kedua korban tidak bisa mengejar para pelaku. “Kuncinya dirampas lalu dibuang ke semak-semak. Saya langsung lari minta tolong ke warga,” kata Widia.

Sementara itu, salah satu pelaku yang diketahui berinisial  IR mengatakan ia rekan-rekannya sempat minum-minuman keras. Namun demikian, ia menyebut tidak melakukan perampasan. HP itu menurutnya diambil oleh temannya yang melarikan diri. “Saya gak ambil HP. Mungkin teman saya. Tidak ada yang nyuruh. Tapi memang tadi sempat minum-minum dulu. Saya dari Kecamatan Astanajapura,” jelas IR.

Sementara Kuwu Sinarancang, Bandi, menuturkan, pihaknya langsung mengamankan pelaku untuk menghindarkan dari amuk warga yang sudah emosi.  “Kita hanya mengamankan terlebih dulu sampai menunggu polisi datang. Kalau dari pengakuan korban yang perempuan, ketiga pelaku ini memaksa merampas HP dan membuang kunci motor. Nanti biar lebih lanjutnya ditangani polisi,” ungkapnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *