Ini Yang Harus Dilakukan Pemudik Sebelum Tinggalkan Rumah

oleh -36 views
Pemudik menghentikan kendaraannya di lampu merah Terminal Harjamukti. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Pemudik menghentikan kendaraannya di lampu merah Terminal Harjamukti. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON – Momen libur lebaran dipergunakan sebagian warga untuk pulang ke kampung halamannya atau mudik. Kegiatan rutin tahunan ini mengakibatkan rumah ditinggalkan pemiliknya untuk sementara waktu. Hal itu yang bisa berpotensi menjadi incaran para penjahat, terutama spesialis pembobol rumah kosong.

Kasubbag Humas Polres Cirebon Kota Iptu Momon Sukarman mengimbau warga lebih teliti dan tidak tergesa-gesa sebelum mudik. Tujuannya, agar rumah tetap aman dari kejahatan dan musibah kebakaran.

Pastikan semua peralatan yang menggunakan listrik tidak terpasang, kecuali memang benar-benar diperlukan. Pasang lampu depan atau teras yang otomatis, yakni bila sore hari otomatis menyala dan pagi mati sendiri. Sehingga rumah terlihat masih ada penghuninya.

Bagi yang menggunakan gas LPG untuk keamanan lebih baik regulator dilepas dari tabung gas. Sedangkan gas alam, dipipa meteran diposisi off atau mati. Ini semua untuk mencegah bahaya kebakaran.

Keran ledeng juga lebih baik dimatikan dipusatnya, mencegah kebocoran yang bisa membuat tagihan membengkak.

“Untuk keamanan rumah, kunci semua pintu. Sehingga tidak ada celah untuk pencuri masuk. Simpan barang berharga ditempat yang aman, tambahan alat keamanan seperti cctv sangat dianjurkan,” ucapnya dihubungi Radar Cirebon.

Lebih lanjut Momon menyarankan, kunci bisa dititipkan kepada tetangga terdekat yang bisa dipercaya. Tapi bila di pperumahan, bisa menitipkannya ke satpam yang bertugas.

Jangan lupa berikan nomor ponsel kepada tetangga atau satpam. Sehingga bila terjadi sesuatu atas rumah yang ditinggalkan, bisa bertindak sesegera mungkin dan bisa memberi tahu pemilik rumah.

“Disarankan untuk tidak memamerkan  posting di medsos, terkait mau mudik atau aktivitas ingin meninggalkan rumah. Hal ini bisa diketahui orang yang berniat jahat,” jelasnya.

Momon sudah mempunyai prosedur tetap terkait pengamanan ini. Dengan melakukan giat patroli keliling kota, terutama di perkampung dan perumahan yang banyak ditinggalkan pemiliknya.  Selain pengamanan reguler dari masing-masing babinkamtibmas, koordinasi juga dilakukan dengan RT, RW, satlinmas dan satpam setempat.

“Kita sudah standby Tim Quick Respons untuk berpatroli dan menanggapi hal-hal darurat. Selain perumahan, kita juga perhatikan objek vital yang menyangkut kepentingan umum. Seperti stasiun, terminal, pelabuhan, pusat keramaian, masjid, gereja, SPBU dan kantor pemerintahan,” tegasnya.

Sementara Dadang Supriadi (30) petugas satpam di perumahan mewah di Harjamukti mengungkapkan, penjagaan keamanan makin diperketat pada masa mudik ini. Pasalnya, kebanyakan penghuni perumahan merupakan warga pendatang dari luar kota. Sehingga meninggalkan rumahnya saat mudik.

Dadang tidak mau memperinci apa saja yang dilakukan untuk pengamanan. Yang jelas, kata dia, warga yang mudik lebih dari dua hari sudah melapor dan didata. Ada yang menyerahkan kunci, ada juga yang menitipkan hewan piaraan untuk diberikan makanan.

Perumahan yang dijaganya menggunakan sistem cluster. Sehingga semua yang keluar masuk bisa terpantau lewat satu gerbang. Namun begitu patroli sekitar tembok dan jalan diluar perumahan tetap dilakukan rutin setiap shiftnya.

“Tidak ada petugas yang libur atau cuti selama lebaran, semua bertugas seperti biasa. Dengan dibagi tiga shift dari pagi sampai pagi lagi. Ini demi kenyamanan dan keamanan perumahan kita. Baru setelah seminggu seusai warga pada datang, kita bisa ambil liburan,” tandasnya. (gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *