Dinkes Harus Lakukan Antisipasi DBD

oleh -12 views
DBD-PIXABAY
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

MAJALENGKA – Memasuki musim pancaroba, masyarakat kabupaten Majalengka diimbau untuk lebih waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Majalengka juga diminta untuk melakukan antisipasi merebaknya wabah DBD.

Ketua Forum Majalengka Sehat (Format) Uju Juhara mengatakan, prihatin atas munculnya kembali kasus DBD di Kabupaten Majalengka. Kondisi ini dipengaruhi karena faktor kebersihan lingkungan. Sehingga masyarakat diimbau agar terus melaksanakan membersihkan lingkungan dan pembersihan sarang nyamuk (PSN).

“Peran serta Dinkes juga harus dominan dengan melakukan fogging agar penyakit DBD bisa diberantas. Karena berdasarkan informasi sejumlah Puskesmas kerap menunggu usulan dari sejumlah pemerintah desa terkait usulan fogging. Bukan melakukan pencegahan. Apalagi sekarang malah belum ada tindakan,” jelasnya, Selasa (11/6).

Menurutnya beberapa daerah di wilayah Ciayumajakuning mulai terjadi kasus DBD. Ia pun tak ingin kasus tahun lalu, di mana DBD menimbulkan korban jiwa terulang lagi.

Uju pun mengimbau masyarakat agar melakukan 3M plus, menguras, menutup, mengubur, serta jangan menggantung pakaian di kamar. Karena menggantung pakaian di kamar akan menjadi sarang nyamuk.

Pemberantasan sarang nyamuk atau PSN akan memutuskan siklus nyamuk Aedes Aegepty. Dinkes harus segera melakukan upaya antisipasi preventif melalui upaya sosialisasi kepada masyarakat dengan penyediaan Abate.

“Jangan sampai tindakan itu baru bergerak ketika kasus DBD muncul di beberapa daerah. Antisipasi atau pencegahan dini lebih baik ketimbang sudah terjadi kasus,” tegasnya.

Kepala Desa Gelok Mulya Wawan Sutiawan mengaku sudah melakukan upaya antisipasi. Di antaranya melalui gerakan Jumat Bersih dan sosialisasi langsung kepada masyarakat. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *