Mengenal Islam Hong Kong di Masjid Tsim Sha Tsui Kowloon

oleh -12 views

Pagi ini Masjid Kowloon terlihat ramai oleh para jemaah ataupun wisatawan. Masjid terbesar di Hongkong itu menjadi magnet bagi komunitas muslim di sana, yang kebanyakan berasal dari Asia Selatan. Masjid Kowloon terletak di jantung Kota Hongkong, tepatnya di Tsim Sha Tsui dan Kowloon. Letaknya di Nathan Road, persis di samping Kowloon Park. Letaknya yang berdekatan dengan stasiun kereta bawah tanah Tsim Sha Tsui semakin membuatnya mudah dijangkau. Pusat perbelanjaan dan restoran pun berada di sekelilingnya.

Jalan Nathan merupakan jalan raya utama di Kowloon dan terdiri dari beragam toko dan restoran. Mereka yang sedang berbelanja di Nathan tak perlu khawatir untuk mencari tempat salat. Sebab, mereka bisa salat di Masjid Kowloon.

“Jalan yang namanya diambil dari nama Sir Mathew Nathan, Gubernur Hongkong ke 13 yang berkuasa di Hongkong antara 1903-1907, ini membentang dari Tsim Sha Tsui, sampai Mongkok melewati Jordan dan Yau Ma Tei. Dan setiap kali berkunjung ke Hongkong, hampir dipastikan kita akan menyusuri jalan ini,” ujar Pipit kepada radarcirebon.com, Minggu (23/6/2019)

Pahlawan devisa asal Banyuputih ini mengungkapkan Masjid Kowloon merupakan masjid tertua di Hong Kong yang dibangun pada tahun 1896 yang menjadi tempat berkumpulnya komunitas Islam Hong Kong. Masjid ini, juga menjadi pusat syi’ar Islam di Hong kong disebut Islamic Centre Kowloon atau lebih dikenal dengan nama Masjid Tsim Tsa Tsui (TST).

“Masjidnya memiliki gaya arsitektur campuran gaya tradisional Islam dengan modern. Masjid berwarna putih ini memiliki 4 menara di setiap sisinya. Lantai bawah digunakan sebagai tempat sholat pria sementara lantai atas untuk perempuan,” ungkapnya dengan logat Jawanya.

Dalam prasasti pembangunannya bahwa resimen Hongkong membangun masjid ini pada 1986 di bawah pengawasan Kolonel E.G Barrow. Masjid ini kemudian direnovasi dan diwarnai ulang pada tahun 1902 dengan seijin Mayor Berger. Renovasi dilakukan dengan dana sumbangan dari tentara muslim, dengan Imam mereka Maulvi Ghulab Shah.

Di samping masjid, dibangun pula kolam air besar tempat penampungan air wudhu’ serta sumber air yang di dalamnya didiami ikan emas yang membersihkan air dari kotoran.

Pada tahun 1976 saat otorita Hongkong membangun jalur kereta bawah tanah, masjid ini terkena efeknya sehingga bangunannya sebagian retak dan terlalu berbahaya jika dipertahankan. Sejak saat itu, diajukanlah ijin kepada otorita Hongkong untuk membangun kembali masjid di lokasi aslinya. Ijin ini keluar pada 7 Desember 1977.

Pembangunan kembali dimulai pada 6 Maret 1981. Menghabiskan total 25 juta HK$, masjid ini secara resmi dibuka ditandai dengan sholat Jumat berjamaah pertama pada 11 Mei 1984.

Walau bukan negara muslim, tapi toleransi terhadap keberagaman begitu terjaga. “Masyarakat di sini sangat toleran dengan minoritas. Mereka tidak melarang atau memprotes kegiatan umat muslim. “Jadi kita dapat hidup damai berdampingan dengan masyarakat lokal,” pungkas Pipit.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *