Dua Atlet Taekwondo Kota Cirebon Menanti Keputusan PBTI

oleh -23 views
Belva Calista (berjilbab) dan Muhammad Arrifat Dhivanagara (kiri) berlatih di Gedung Pemuda. Kedua taekwondoin tersebut masih menunggu hasil seleknas junior. FOTO: TATANG RUSMANTA/RADAR CIREBON
Belva Calista (berjilbab) dan Muhammad Arrifat Dhivanagara (kiri) berlatih di Gedung Pemuda. Kedua taekwondoin tersebut masih menunggu hasil seleknas junior. FOTO: TATANG RUSMANTA/RADAR CIREBON

CIREBON–Belva Calista dan Muhammad Arrifat Dhivanagara langsung kembali ke Cirebon usai mengikuti seleksi nasional (seleknas), Minggu (23/6) lalu. Dua taekwondoin Kota Cirebon itu sudah berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik. Kini, mereka pasrah menanti keputusan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).

Sebanyak 57 taekwondoin junior terbaik Indonesia dipanggil dalam seleknas yang digelar PBTI di Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta Timur. Sebanyak 21 di antaranya merupakan taekwondoin kategori poomsae alias seni jurus. Termasuk Belva dan Arrifat di dalamnya. Seleknas ini digelar untuk menjaring atlet terbaik proyeksi Kejuaraan Junior Asia 2019 yang akan digelar di Yordania.

Pelatih poomsae TI Kota Cirebon Esti Dwi Wahyuni mengatakan, performa dua anak asuhnya di Cibubur cukup baik. Namun demikian, persaingan menuju Tim Nasional (Timnas) Junior tidak mudah ditembus. “Penampilan Ariffat dan Belva cukup rapi. Menurut saya, mereka bagus. Tapi belum tahu dengan keputusan tim pelatih nasional yang menyeleksi,” katanya.

Dari 21 taekwondoin poomsae yang mengikuti seleksi tersebut, Timnas Taekwondo Junior hanya membutuhkan masing-masing tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Oleh karena itu, persaingan cukup ketat. “Belum tahu kapan hasilnya akan diumumkan. Kemungkinan dalam dua atau tiga hari ini,” tambah Esti.

Sementara itu, Arrifat dan Belva punya pendapat berbeda terkait performanya masing-masing di seleknas. Belva mengaku tidak puas. Menurut dia, beberapa gerakan masih belum sempurna. Arrifat sebaliknya. Dia merasa sudah melakukan yang terbaik dan puas dengan performanya di hadapan para pelatih nasional.

Namun demikian, keduanya enggan berspekulasi atas keputusan tim pelatih yang menyeleksi. Baik Belva dan Arrifat, memilih menunggu hasilnya dengan santai. “Kalau pas seleksi mungkin ada perasaan gugup juga. Tapi sekarang sih sudah nggak ada beban. Tinggal tunggu hasilnya saja,” kata Arrifat.

“Ya, seandainya nanti nggak lolos, itu artinya masih ada yang kurang dari kita. Tentunya harus tetap semangat latihan. Terus berusaha perbaikin lagi teknik-tekniknya. Terutama speed dan power,” tambah Belva.

Selepas seleknas, baik Belva maupun Arrifat, sudah harus mempersiapkan diri mereka untuk tampil membela Kota Cirebon di kejuaraan tingkat nasional. TI Kota Cirebon mengikutsertakan keduanya pada perhelatan UPI Challenge 2019 di Kota Bandung, Jumat (28/6) mendatang.

Belva dan Arrifat berharap bisa tampil sempurna di event ini. Mereka ingin menyumbangkan medali emas untuk kontingen TI Kota Udang. “Ingin bisa meraih gelar taekwondoin terbaik juga. Jadi harus benar-benar maksimal. Makanya, kita terus berusaga mempersiapkan diri,” kata Belva.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabinpres) TI Kota Cirebon Suwiriyadi memuji semangat Belva dan Arrifat. Namun demikian, dia juga mengakui perjuangan pada UPI Challenge 2019 tidak akan berjalan mudah. “Ini event yang sangat bagus. Persaingannya pasti berat. Tapi saya senang Belva dan Arrifat punya motivasi yang besar. Itu modal yang bagus buat mereka,” ujarnya. (ttr)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *