Pengunjung Wisata Harus Sadar Kebersihan

oleh -5 views
ridwan-kamil-berenang-di-desa-bantaragung
DESTINASI WISATA: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ikut berendam di bawah air terjun (curug) Cipeuteuy Desa Bantaragung, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Majalengka. FOTO: ANDI AZIS MUHTAROM/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Potensi wisata di kawasan Majalengka yang mengedepankan wahana air alami dan keindahan alam sudah tidak diragukan lagi. Upaya sejumlah pihak mengeksplorasi layanan wisata, diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan.

Pemerhati lingkungan, Maulana, menjelaskan, hal yang harus diperhatikan adalah kunjungan wisatawan akan juga berdampak pada volume sampah yang ada di Majalengka. Karena tidak besar kemungkinan orang yang berkunjung ke lokasi wisata menghasilkan sampah.

Entah sampah yang berasal dari bungkus makanan yang dibawa dari rumah maupun yang dibeli langsung di tempat wisata. Persoalan ini harus diantisipasi dan dikendalikan sejak awal.

Menurutnya, selain menyediakan tempat sampah dan petugas kebersihan, pengelola juga jangan pernah bosan untuk mengingatkan dan meningkatkan kesadaran para pengujung untuk membuang sampah ke tempat yang telah disediakan. Bahkan jika perlu, diedukasi juga cara memilah sampah antara yang organik dan yang non organik.

“Walaupun pengelola tempat wisata sudah menyediakan banyak tempat sampah, Namun apabila kesadaran pengunjung masih minim untuk membuang sampah pada tempatnya, tetap akan mengotori tempat wisata. Makanya, harus terus diintensifkan edukasi-edukasi kepada pengunjung di tempat wisata,” ujarnya.

Warga lainya Yana mengatakan, edukasi kepada para pengunjung wisata tentang kesadaran membuang sampah pada tempatnya dapat dilakukan lewat berbagai cara. Misalnya, sejak pengunjung tiba di tempat wisata dan membeli tiket masuk di loket objek wisata, petugas tiket dapat menyampaikan imbauan verbal agar tidak membuang sampah sembarangan di sekitar lokasi objek wisata.

Bisa juga dengan cara membuat tulisan-tulisan imbauan di setiap sudut lokasi wisata tentang kesadaran kelestarian alam dan tentang kewajiban membuang sampah pada tempatnya. Meski demikian, upaya yang optimal pun pada akhirnya dikembalikan lagi kepada kesadaran para pengunjung itu sendiri. (azs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *